banner 728x250

Ambon Kota Musik, Bodewin Ajak Warga Jaga Pengakuan UNESCO

MUSIK UNESCO
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – UNESCO telah menetapkan Ambon sebagai kota musik. Karenanya, semua potensi yang ada mesti dikerahkan dan dikembangkan agar pengakuan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa ini selalu terjaga.

“Kota Ambon diakui sebagai kota musik oleh UNESCO. Pengakuan ini bentuk dari apa yang ada di kota ini karena memang kota ini dinilai memiliki DNA musik yang teraktualisasi dalam kehidupan masyarakat Kota Ambon yang hobinya bernyanyi, bermusik dan lain sebagainya,” kata Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena ketika membuka lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kota Ambon ke XIII di Baileo Oikumene, Selasa (5/12/2023).

Tugas semua komponen masyarakat adalah berupaya untuk menjaga pengakuan itu dengan cara memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh Kota ini yaitu masyarakatnya. ”Jangan cuman sebatas pengakuan, tetapi bisa dirasakan, dilihat, dan dinikmati oleh orang lain ketika mereka ada di kota ini,” ingatnya.

Pemkot Ambon sangat bersyukur karena setiap momen keagamaan seluruhnya berproses untuk mengeksploitasi bermusik dan sebagainya. “Umat Islam, lakukan yang namanya qasidah kota Ambon menjadi juara 1 tingkat provinsi di situ ditampilkan kemampuan bernyanyi Islami. Katolik lakukan Pesparani bakat dan talenta bernyanyi, bermusik ditampilkan bahkan utusan dari Kota Ambon menyumbangkan empat juara 1, sehingga Maluku jadi juara umum Pesparani nasional,” ujarnya.

Bodewin berharap, dari Pesparawi ini dapat melahirkan penyanyi yang bermusik handal.
“Dengan proses yang dilakukan mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga saat ini kita harapkan dapat melahirkan penyanyi yang bermusik handal supaya bisa mewakili Kota Ambon diajang yang lebih tinggi itu tujuan kita. Tapi ingat ada satu hal yang paling penting bahwa kita bernyanyi semata-mata untuk memuliakan Tuhan,” ucapnya. (ANO)

Ikuti berita sentraltimur.com di Google News

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram