banner 728x250

Kematian Bayi dan Balita di Ambon Turun

  • Bagikan
kematian bayi
ilustrasi bayi. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kematian bayi dan balita mengalami penurunan, namun kematian ibu saat melahirkan meningkat sesuai data Dinas kesehatan Kota Ambon.


“Pada 2017 tercatat 13 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Angka tersebut mengalami penurunan pada 2020 menjadi 11 kematian per 1.000 kelahiran hidup,” kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Kamis (9/9/2021).

Kematian bayi rata-rata usia 0 tahun dari setiap 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan kematian balita usia 0-4 tahun per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2017 tercatat 12 balita.

Angka tersebut terus mengalami pengurangan sejalan dengan perbaikan gizi masyarakat menjadi 3 balita yang meninggal per 1.000.

Richard mengatakan angka kematian ibu saat hamil sampai melahirkan pada tahun 2017 sebanyak tiga jiwa per 100.000. Jumlah tersebut mengalami peningkatan di tahun 2020 menjadi delapan jiwa per 100.000 KLH.


Dia menjelaskan berbagai upaya telah Dinas kesehatan, di antaranya peningkatan status gizi masyarakat, melalui pemberian makanan tambahan untuk bayi, balita, dan ibu hamil.


Keberhasilan pencapaian program Ambon Sehat dapat tergambar melalui indikator lainnya, yakni usia harapan hidup, merupakan indikator yang menunjukkan kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk dan derajat kesehatan.

BACA JUGA:

Polda Maluku Vaksin 1.054 Warga Ambon – sentraltimur.com

Kejari Ambon Periksa Empat Saksi, Bidik Tersangka Korupsi Gedung MIPA – kliktimes.com


Usia harapan hidup di Kota Ambon tahun 2017 adalah sebesar 69,8 tahun, meningkat menjadi 70,25 tahun di tahun 2020.

Gizi Buruk Balita


Selain itu, prevalensi gizi buruk merupakan indikator yang menggambarkan jumlah balita yang mengalami gizi buruk. Tahun 2017 tercatat sebanyak 15 balita.


Berbagai upaya Dinas Kesehatan menekan pertambahan balita dengan gizi buruk. Pada tahun 2020, balita dengan gizi buruk hanya tiga balita.


“Yang menjadi perhatian juga yakni prevalensi stunting, menggambarkan jumlah balita usia 0-2 tahun yang mengalami stunting,” ujar Richard.


Di tahun 2017 prevalensi stunting tercatat 17 persen dan berbagai upaya untuk meningkatkan gizi masyarakat, termasuk mengajak masyarakat Kota Ambon untuk gemar makan ikan, telah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen di tahun 2020. (ANT/RED)

  • Bagikan