banner 728x250

Aspirasi Dicuekin Pemprov Maluku, Warga Suli Blokade Jalan, Akses Transportasi Lumpuh

WARGA SULI
Warga Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, memblokade ruas jalan menyebabkan akses transportasi lumpuh, Senin (4/8/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Warga Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku memblokade ruas jalan Raya Wayari, Senin (4/8/2025).

Warga memblokade ruas jalan di desa tersebut dengan memasang kayu melintang di atas badan jalan.

Aksi blokade jalan dilakukan di bawah guyuran hujan deras itu menyebabkan akses transportasi dari Kecamatan Salahutu menuju Kota Ambon dan sebaliknya lumpuh menyebabkan kemacetan panjang.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya mengakui adanya aksi pemblokiran jalan oleh warga di Desa Suli. “Pemblokiran terjadi di atas Jalan Raya Waiyari Desa Suli sekira pukul 10.00 WIT,” kata Yoga kepada pewarta, Senin.

Aksi pemblokiran jalan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Provinsi Maluku yang dinilai tidak memperhatikan bahaya abrasi di sungai Waiyari yang mengancam warga. “Aksi tersebut sebagai protes kepada pemerintah Provinsi Maluku karena sudah tiga tahun lebih mereka  menyurat terkait masalah abrasi dan banjir sungai Waiyari yang terjadi setiap musim hujan, namun sampai saat ini tidak ada perhatian,” kata Yoga.

Saat aksi blokade jalan, aparat kepolisian dari Polsek Salahutu dan pemerintah kecamatan mendatangi warga untuk bernegosiasi guna membuka jalan yang ditutup. Setelah kembali dibuka, akses transportasi yang menghubungkan Kecamatan Salahutu dengan Kota Ambon yang sempat lumpuh normal kembali. “Sudah dibuka jalannya dan arus transportasi sudah berjalan lancer lagi,” katanya.

Yohanes, seorang warga Suli menyebutkan blokade ruas jalan dilakukan karena mereka kecewa dengan Pemprov Maluku yang mengabaikan masalah keselamatan warga di desa tersebut. “Kita sudah surati Pemprov Maluku berulang kali untuk membantu mengatasi masalah banjir dan abrasi sungai Waiyari yang selalu terjadi setiap tahun tapi tidak pernah ditanggapi,” katanya kepada sentraltimur.com via telepon, Senin.

WARGA SULI
Aksi blokade jalan melumpuhkan arus lalu lintas. (ISTIMEWA)
Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram