KKP dalam proses penyusunan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dari program ini.
Bersamaan dengan Amdal, kata Alowesius, KKP menyusun rencana-rencana pembangunan fisiknya berupa kerangka acuan, pengantar, analisis rencana anggaran biayanya.
“Dibuat bersamaan sehingga ketika Amdal selesai dan semoga berjalan lancar maka tahun depan sudah mulai pekerjaan pembangunan,” katanya.
Dampak Positif
Alowesius menyatakan, dengan adanya pembangunan SKPT Saumlaki dan saat difungsikan akan membawa dampak positif bagi para pelaku usaha dari berbagai sektor.
Misalnya di sektor usaha penyediaan sembilan bahan pokok (sembako), rumah makan, rumah kopi, serta sektor jasa lainnya.
Selain itu, diharapkan SKPT Saumlaki menjadi pintu masuk untuk pelabuhan perikanan dan mampu mengekspor ikan dalam jumlah yang banyak.
“Dengan adanya SKPT ini, saya berharap akan memotivasi para nelayan kita untuk semakin berusaha lebih maksimal lagi,” kata Alowesius.
Mayoritas infrastruktur di PPI Ukurlaran seperti pabrik es, tempat pelelangan ikan (TPI) dan gedung perkantoran sejak tahun 2005 dalam keadaan rusak.
Padahal pemerintah kabupaten Kepulauan Tanimbar (saat itu Maluku Tenggara Barat-red) sudah mengeluarkan puluhan miliar rupiah dari APBD untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Selain SKPT, KKP telah membangun fasilitas perikanan lainnya, yaitu Karatina Ikan dan Kantor PSDKP di kawasan yang sama dan telah berfungsi akhir tahun 2016. (ANT/RED)




