banner 728x250

Bekas Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Didakwa Terima Suap Rp11,259 Miliar

  • Bagikan
RICHARD DIDAKWA
Majelis hakim Tipikor Ambon sidang perdana perkara suap dan gratifikasi terdakwa Richard Louhenapssy, mantan Wali Kota Ambon dan Andrew Erin, Hehanusa pegawai honorer Pemkot Ambon, Kamis (29/9/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai Rp11,259 miliar dari sejumlah rekanan maupun beberapa kepala dinas.

Dakwaan dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui virtual di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (29/0/2022).

“Dana tersebut diterima terdakwa baik secara tunai maupun transfer bank melalui nomor rekening bank milik terdakwa Andrew Erin Hehanussa, ketika terdakwa masih menjadi Wali Kota Ambon,” kata tim JPU KPK, Titto Jaelani didampingi Taufiq Ibnugroho.

Sidang perdana pembacaan dakwaan dipimpin Ketua Majelis Hakim Tipikor Ambon Nanang Zulkarnain Faizal.

Terima Rp500 Juta Izin Alfamidi

Dalam dakwaan itu disebutkan, Richard bersama terdakwa II Andrew pada Maret 2020 hingga April 2020 bertempat di Bank BCA Kantor Cabang Utama Ambon, Jalan Sultan Hairun nomor 24 Ambon dan Kantor Wali Kota Ambon telah menerima uang Rp500 juta secara bertahap.

“Hal ini dilihat sebagai satu perbuatan berlanjut, menerima hadiah berupa uang secara bertahap sejumlah seluruhnya Rp500 juta dari Amri, Solihin, dan Wahyu Somantri selaku perwakilan PT Midi Utama Indonesia, Tbk (PT MUI),” jelas tim JPU KPK.

Pemberian uang kepada terdakwa I tersebut untuk menyetujui dan menerbitkan dokumen izin ritel tahun 2020, yaitu dokumen berupa Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk pembangunan 20 gerai usaha ritel.

Tim JPU KPK dalam surat dakwaannya juga menyebutkan terdakwa yang menjabat Wali Kota Ambon selama dua periode dari tahun 2011-2016 dan 2017-2022 ini telah menerima suap dan atau gratifikasi dari sejumlah kadis di Pemkot Ambon dan rekanan yang mencapai Rp11,259 miliar.

Suap & Gratifikasi dari Rekanan & Kadis

Misalnya, Kadis PUPR Ambon Enrico Mattitaputy sebesar Rp150 juta dan Rp75 juta, Kadis Pendidikan Fahmi Salatalohy Rp150 juta, Kabid Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Roberth Silooy Rp50,2 juta. Berikut Kabid Lalu Lintas Dishub Izaak Jusac Said Rp116 juta dan Rp8 juta dari Kadishub Robert Sapulette dan Pieter Jan Leuwol mantan Kadis Perindag Ambon Rp100 juta.

  • Bagikan