AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat musibah banjir dan tanah longsor di Kota Ambon terus bertambah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Maluku mencatat data terbaru dampak kerusakan rumah warga akibat bencana alam di Ambon yang terjadi, Sabtu (21/6/2025).
Data terbaru, jumlah rumah warga yang rusak akibat tertimpa material longsor dan pohon tumbang di sejumlah lokasi bertambah menjadi 78 unit rumah.
“Total jumlah rumah yang rusak akibat longsor dan pohon tumbang berjumlah 78 unit,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kota Ambon Vita Berhitu, Minggu (22/6/2025) malam.
Dari jumlah itu, dampak kerusakan terparah tersebar di Kecamatan Sirimau dengan jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan sebanyak 54 unit.
Kecamatan Nusaniwe, sebanyak 16 rumah warga rusak diterjang longsor. Lima rumah rusak di Kecamatan Teluk Ambon Baguala dan tiga rumah mengalami kerusakan di Kecamatan Leitimur Selatan. “Dari jumlah itu sebanyak 57 rumah rusak ringan, dua rusak berat dan sisanya rusak sedang tersebar di sejumlah lokasi di Ambon” kata Vita.
Selain merusak rumah warga, dampak bencana alam juga menyebabkan akses jalan di Kecamatan Leitumur Selatan rusak parah dan sebagian tertutup material longsor.
Kerusakan juga terjadi pada dua talud penahan air sungai di Kota Ambon. Selain itu sejumlah rumah warga juga terancam longsor. Sementara untuk data korban meninggal dunia tercatat satu orang dan korban luka tiga orang. “Untuk korban satu orang dan luka-luka tiga orang,” sebutnya.
Akibat bencana alam puluhan orang mengungsi ke lokasi aman akibat rumah mereka mengalami kerusakan. “Ada 32 jiwa yang saat ini mengungsi akibat rumah mereka rusak,” kata Vita.
BPBD Kota Ambon telah melakukan aksi tangggap darurat dengan membagikan bantuan kepada korban bencana di sejumlah lokasi terdampak. Bantuan yang disalurkan berupa tenda, terpal dan kebutuhan lainnya.





