AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Bentrokan warga dua desa pecah di Kecamatan Aru Tengah Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku pada Jumat (2/1/2026).
Bentrokan yang melibatkan warga Desa Longgar dan Desa Apara ini menyebabkan dua orang tewas dan sembilan orang terluka. Dua warga yang menjadi korban tewas dalam bentrokan berdarah itu Bernama Antoni Sareman dan Hery Marlisa. Sementara warga yang terluka menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun sentraltimur.com, bentrok warga kedua desa berawal dari penganiayaan terhadap dua orang pria inisial LJ dan MK di perbatasan kedua desa bertetangga tersebut pada Kamis (1/1/2026).
Buntut penganiayaan tersebut, kondisi kedua desa tegang dan mencekam hingga menyebabkan konsentrasi massa pada sore hari aksi saling serang terjadi di perbatasan kedua desa. Namun bentrokan itu tidak berlangsung lama setelah anggota Babinkantbmas dan Babinsa setempat berhasil menghalau dan membubarkan massa yang bertikai.
Besok harinya pada Jumat sekira pukul 09.00 WIT, kedua kelompok warga kembali terlibat saling serang menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka di kedua belah pihak.
Dalam bentrokan tersebut kedua kelompok dipersenjatai senjata tajam. Tak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka, bentrokan juga menyebabkan sejumlah rumah warga dirusak dan dibakar massa.
Kapolres Kepulauan Aru Albert Perwira Sihite mengungkapkan bentrokan tersebut dipicu minuman keras. “Ada yang mau pergi ke Desa Apara untuk beli sopi lalu dipukul, itu awal mula penyebabnya,” kata Albert kepada pewarta, Jumat.
Aksi pemukulan dua pemuda itulah terjadi ketegangan di kedua desa hingga memicu terjadinya bentrokan fisik. “Kebetulan ini juga luka lama, ya terjadilah saling serang. Jadi ini masalahnya sudah dari kemarin dan kembali berlanjut pagi tadi,” ujar Albert.
Dua orang korban tewas dalam bentrokan tersebut dan sejumlah orang mengalami luka-luka. “Korban meninggal dunia dua orang dan yang luka 9 orang,” sebutnya. (MAN)




