banner 728x250

Bentrokan Warga di Ambon: Kantor Desa dan Belasan Rumah Dibakar Massa, Dipicu Tewasnya Pelajar

BENTROKAN WARGA
Bentrokan antar warga pecah di kawasan Durian Patah, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (19/8/2025). (RAHMAN/SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Bentrokan antar warga pecah di kawasan Durian Patah, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (19/8/2025).

Bentrokan melibatkan warga Desa Hunuth dan warga Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Konflik warga dipicu oleh tawuran antar pelajar yang menewaskan seorang siswa SMK 3 Ambon yang juga warga Hitu. Buntut dari aksi tawuran, keluarga korban dan sejumlah pemuda Desa Hitu mendatangi Desa Hunuth dan akhirnya bentrokan pun terjadi.

Dalam bentrokan tersebut, kedua kelompok warga terlbat saling serang dengan berbagai alat tajam dan batu. Dua orang dilaporkan terluka. Kedua korban yang tidak disebutkan identitasnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain memakan korban jiwa, bentrokan juga menyebabkan belasan rumah warga di Desa Hunuth terbakar.

Pantauan sentraltimur.com di lokasi kejadian hingga sore hari petugas pemadam kebakaran mondar-mandir berusaha memadamkan kobaran api dari rumah-rumah warga yang terbakar.

BENTROKAN WARGA
Belasan rumah di desa Hunuth, kota Ambon terbakar akibat bentrokan warga. (RAHMAN/SENTRALTIMUR.COM)

Akibat pertikaian warga, jalan di perbatasan Desa Hunuth ditutup oleh aparat kepolisian dan TNI, arus lalu lintas pun sempat terganggu. Memasuki memasuki malam hari jalan telah kembali dibuka.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya mengungkapkan bentrokan yang terjadi dipicu oleh tawuran antarpelajar. Saat ini polisi masih mengusut kasus tersebut. “Sementrara infonya (bentrok) dipicu oleh tawuran antar pelajar,” kata Yoga kepada saat dikonfirmasi.

Polisi akan mengungkap pelaku dan penyebab kematian siswa SMK yang tewas ditikam hingga berujung terjadinya bentrokan.

BENTROKAN WARGA
Aparat keamanan memediasi bentrokan warga desa Hunuth dan warga desa Hitu. (RAHMAN/SENTRALTIMUR.COM)

Yoga juga mengimbau kedua kelompok warga yang bertikai dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang. “Kami minta masyarakat mempercayakan kasus ini kepada kepolisian dan menahan diri agar permasalahan tidak meluas. Kami bekerja keras dalam mengungkap semua tindak pidana yang ada,” tegas Yoga.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram