banner 728x250

BPVP Ambon Gelar Pelatihan Komputer dan Healing Bagi Penyandang Disabilitas

BPVP AMBON
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon dan Yayasan Rumah Generasi menggelar pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena di Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon, Selasa (10/6/2025). Pelatihan komputer diikuti 24 peserta, terbagi dalam dua kelas selama lima hari. Sementara itu, pelatihan healing melibatkan 150 peserta dari lima kecamatan di Kota Ambon. Diikuti 30 peserta per hari selama lima hari.

Kegiatan ini terdiri dari dua program utama, yaitu pelatihan komputer berbasis unit kompetensi dan sesi healing untuk mendukung kesiapan mental dan emosional peserta sebelum masuk ke dunia kerja.

Pelatihan komputer dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Sedangkan pelatihan healing bukan sekadar kegiatan rekreatif, tapi proses pemulihan yang membantu peserta memahami dan mengatasi tantangan emosional, mental, atau fisik dalam hidup mereka.

Bodewin menjelaskan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas dalam aspek teknis maupun non-teknis, agar mampu bersaing di pasar kerja. Program ini juga memberi edukasi ketenagakerjaan yang relevan dengan kondisi lokal di Kota Ambon.

Pemkot Ambon berkomitmen menjamin kesetaraan hak bagi seluruh warga termasuk kelompok disabilitas, dalam memperoleh akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan pekerjaan. “Jika mereka memiliki kompetensi, mereka juga berhak mendapat peluang kerja, baik di sektor pemerintahan maupun swasta,” ujar Bodewin.

Sesuai regulasi, instansi pemerintahan diwajibkan menyediakan kuota dua persen bagi tenaga kerja disabilitas, sedangkan sektor swasta diwajibkan menyediakan satu persen. Untuk itu, Pemkot Ambon tidak hanya bertugas menegakkan aturan, tetapi juga memastikan kesiapan sumber daya manusia dari kelompok disabilitas.

“Ke depan, kami akan terus berupaya memberikan pendampingan dan memastikan bahwa kuota kerja bagi penyandang disabilitas dapat terpenuhi, tentunya melalui proses seleksi yang sesuai dengan aturan,” tukasnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram