banner 728x250

Bupati Malra: Guru Jadi Teladan dan Penopang Reformasi Pendidikan

REFORMASI PENDIDIKAN
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi mutu pendidikan daerah yang dinilai masih tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lain di Provinsi Maluku.

Ia menyatakan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya terkait fasilitas, tetapi juga menyangkut motivasi belajar, kedisiplinan, serta mentalitas baik dari siswa maupun guru. Berdasarkan data lima tahun terakhir, peringkat pendidikan Maluku Tenggara di tingkat provinsi cenderung tidak stabil dan beberapa kali turun ke posisi menengah.

“Mengapa pendidikan kita tertinggal? Faktor internal jelas ada: motivasi belajar rendah, growth mindset belum terbentuk, dan minim stimulasi literasi dari rumah. Kita dibandingkan dengan 11 kabupaten lain di Maluku saja sudah tertinggal, belum bicara Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan,” tegas Thaher di Stadion Maren, Kota Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (25/11/2025).

Bupati Thaher mengingatkan guru untuk kembali membaca dan menerapkan 10 kompetensi dasar guru serta menjunjung tinggi kode etik profesi.

Ia menekankan pentingnya ruang kelas yang netral, aman, dan bebas dari diskriminasi. “Guru harus adil, tidak pilih kasih, menjaga kerahasiaan murid, menjaga sopan santun dan etika, serta menjadi contoh kejujuran,” ujarnya.

Bupati Thaher menyampaikan pemerintah sedang menuntaskan kebijakan besar berupa sentralisasi tata kelola guru yang mencakup penarikan pengelolaan ASN guru ke pemerintah pusat, pemerataan kesejahteraan guru antardaerah, dan penyelesaian masalah keterlambatan pembayaran tunjangan. “Tidak ada Indonesia kuat tanpa guru hebat. Sentralisasi memastikan kesejahteraan guru merata,” ujarnya.

Pemerintah pusat juga memaparkan sejumlah program prioritas pendidikan tahun 2025, antara lain; wajib Belajar 13 Tahun, memastikan seluruh anak mendapat akses pendidikan hingga SMA/SMK, penguatan pendidikan vokasi, melalui kolaborasi industri 4.0 dan sertifikasi kompetensi global.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram