banner 728x250

Bupati Malra Ingatkan Penerapan AI Dilandasi Nilai Ketuhanan

PENERAPAN AI
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Kementerian Agama hadir sebagai kebutuhan nyata bangsa yang majemuk, bukan sekadar lembaga administratif. Sejak berdiri, Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, adil, rukun, dan sejahtera.

Demikian disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun saat memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Lapangan Upacara MTsN 2 Ohoi Mastur, Sabtu (3/1/2026).

Hanubun menyampaikan pesan Menteri Agama yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema ini menegaskan pentingnya semangat kebangsaan dalam merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, tetapi merupakan energi kebangsaan yang produktif. Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial harus dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan bangsa,” ujar Hanubun.

Memasuki usia ke-80 tahun, Kementerian Agama terus memperkuat peran strategisnya, di antaranya dengan meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, memperkokoh kerukunan umat beragama, memberdayakan ekonomi umat, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Program “Kemenag Berdampak” yang dijalankan sepanjang 2025 menjadi wujud komitmen tersebut. Program ini mencakup transformasi digital layanan keagamaan, penguatan ekonomi umat melalui zakat, wakaf, infak, dan sedekah, serta peningkatan mutu madrasah dan perguruan tinggi keagamaan.

Hanubun menyoroti tantangan global di era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA), terutama kemajuan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dia berharap ASN Kementerian Agama mampu beradaptasi dan memberi warna positif terhadap perkembangan teknologi. “Algoritma masa depan tidak boleh hampa dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus menjadi alat pemersatu, bukan pemicu perpecahan,” tegasnya.

Peringatan HAB ke-80 di Maluku Tenggara menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram