banner 728x250

Bupati MBD Inginkan Kader GMNI Berguna Bagi Bangsa

KADER GMNI
banner 468x60

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benyamin Thomas Noach membuka kegiatan kaderisasi tingkat dasar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang MBD di aula Bappedalitbang, Tiakur, Kamis (24/4/2025).

Benyamin mengingatkan kaderisasi bukan sekadar seremoni melainkan kewajiban sejarah untuk kelangsungan hidup bangsa. “Kalau kita ingin bangsa ini terus hidup maka dibutuhkan kader-kader penerus bangsa militan, yang mau belajar dan berguna bagi bangsa dan negara,” tegas Noach.

Dia menekankan, niat untuk bergabung dengan GMNI saja tidak cukup. “Niat harus diisi dengan ilmu pengetahuan dan ketahanan ideologi baru kita bisa berguna,” katanya.

Noach juga mengingatkan, pentingnya komitmen dalam memperjuangkan kemajuan Indonesia. “Semua orang ingin Indonesia maju, tetapi siapakah yang mau mantapkan dirinya untuk berjuang bersama-sama dalam rangka Indonesia maju. Itu kader-kader GMNI, kader-kader yang sudah siap datang bergabung dan mantapkan dirinya untuk berjuang bersama,” tegas Noach.

Dia berharap melalui kaderisasi dan materi-materi yang disampaikan, para peserta akan menjadi lebih kuat, lebih berilmu, dan bisa berguna bagi daerah serta bangsa.

Noaceh mengidentifikasi tantangan saat ini adalah kecenderungan masyarakat yang konsumtif. “Tantangan kita saat ini adalah selalu mau menjadi pribadi yang konsumtif, ikut-ikutan, tidak mau berproduksi,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Sujahri Somar menekankan  kaderisasi bukan sekadar formalitas. “Kaderisasi ini harus terus menjadi denyut nadi kader GMNI. Bicara soal GMNI tanpa momentum kaderisasi tidak mungkin hidup, karena di situlah ada regenerasi kepemimpinan dan ideologi yang terus berkembang mengawal Pancasila,” ujarnya.

Somar menggarisbawahi bahwa pertarungan geopolitik dunia masih diwarnai oleh Eropa dan Amerika sentris yang dihegemoni kapitalisme. Konstelasi tersebut, menurutnya, berdampak pada sektor politik, ekonomi, dan budaya Indonesia. “Kita lihat kebijakan pemerintah Prabowo di awal memangkas semua anggaran yang kita kenal dengan efisiensi anggaran,” kata Somar.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram