Semangat yang kuat, tekat yang kuat, serta tidak hanya memprotes, tidak sekedar hanya koreksi, teriak-teriak kekurangan tapi tidak ada solusi. Menurutnya koreksi itu penting dalam rangka meluruskan jalan perjuangan. Tapi koreksi untuk saling menjatuhkan, iri hati, dengki dan lainnya, itu sama sekali tidak produktif untuk membangun wilayah ini.
“Hal itu akan membuat kita sibuk mengurus perbedaan pendapat, persepsi dan lain-lain. Akhirnya kita tidak fokus membangun, rumah rakyat terbengkalai, jalan-jalan terbengkalai, transportasi terbengkalai, semuanya terbengkalai. Energi yang kita butuhkan untuk melawan tantangan ini harus dilipat gandakan,” tukasnya. (ADI)




