CUACA di wilayah Maluku beberapa pekan terakhir sedang tidak baik-baik saja. Musibah datang silih berganti menghampiri, tidak hanya di darat tapi juga di laut. Beberapa kecelakaan terjadi, terutama kecelakaan transportasi laut yang merenggut nyawa.
Rilis BKMG Stasiun BMKG Meteorologi Maritim Ambon, tinggi gelombang laut mencapai 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan wilayah Maluku termasuk di kabupaten Seram Bagian Barat pada 4 – 5 Agustus 2022.
Di tengah intensitas curah hujan yang masih tinggi, BMKG rutin update prakiraan cuaca, menjadi peringatan dini bagi masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada.
Merespon kondisi cuaca di laut yang tidak bersahabat, otoritas pelabuhan/dermaga di sejumlah wilayah di Maluku mengeluarkan peringatan larangan berlayar. Kebijakan ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi.
Karena itu, jangan pernah menyepelekan peringatan berlayar, tetap berikhtiar adalah bagian penting dalam bathin kita. Kita tidak ingin menambah panjang catatan kelam kecelakaan laut di kepulauan Manipa, kabupaten Seram Bagian Barat.
Mengenang mereka yang hilang dan menjadi korban ganasnya gelombang laut tentu perih, menyisahkan duka yang sulit terhapus dalam ingatan kita. Tapi setidaknya ini menjadi pelajaran berharga dan mengingatkan kita agar selalu mawas diri untuk mencegah insiden di laut kembali berulang.
Korban Belum Ditemukan
Agustus 2010 – 2013 menjadi sejarah kelam bagi masyarakat di kecamatan kepulauan Manipa. Mereka yang terbiasa hidup dengan kondisi alam dan tak menuntut banyak, bahkan terkadang yang hidup pun melupakan keberadaan mereka. Harusnya duka keluarga menjadi duka masyarakat Manipa dan duka masyarakat di daerah terisolir lainnya di Maluku agar menjadi tumpuan perhatian pemerintah memajukan negeri-negeri di pelosok.
Mungkin karena terbiasa menerima apa adanya, masyarakat di kepulauan Manipa selain menggunakan kapal motor berkapasitas 7 sampai 15 ton berlayar menuju pelabuhan Yos Sudarso, Ambon. Juga biasa menggunakan perahu tempel mesin johnson hingga ketinting untuk dapat sampai ke Pelabuhan Tahoku, desa Hila, kabupaten Maluku Tengah (Pulau Ambon).
Perairan yang sering berombak pun terkadang menjadi hal biasa bagi masyarakat di kepulauan yang kini berpenduduk 12.715 Jiwa itu. Butuh nyali yang besar bagi siapa pun yang bertugas di daerah yang sejak tahun 2010 lalu telah menjadi kecamatan kepulauan Manipa sesuai Perda kabupaten Seram Bagian Barat nomor 08 tahun 2010.




