AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Cuaca ekstrem di perairan Maluku kembali menelan korban.
Burhanudin Kaisuku, seorang nelayan hilang saat melaut di perairan Desa Miran, Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur.
Kantor Basarnas Ambon dalam rilisnya menjelaskan, Burhanudin pergi melaut menggunakan longboat pada, Jumat (24/12/2021) pukul 04.00 WIT di sekitar perairan desa Miran.
BACA JUGA:
Kasus Omicron di Indonesia Terus Bertambah Jadi 46 Orang – sentraltimur.com
Melawan Global Warming dengan Sedekah Pohon – kliktimes.com
Namun hingga malam hari, pria 51 tahun itu tak kunjung kembali ke rumahnya. Keluarga dan warga setempat mengerahkan perahu telah berupaya mencari korban, namun nihil hasilnya.
Kasus hilangnya Burhanudin telah dilaporkan ke Kantor Basarnas Ambon melalui SAR setempat.
Menerima laporan orang hilang di laut, Basarnas mengerahkan KN SAR Abimanyu untuk melakukan operasi pencarian korban pukul 09.40 WIT, Senin (27/12/2021).
Pada pukul 17.00 WIT, KN SAR Abimanyu tiba dan melaksanakan penyisiran di sekitar perairan Desa Miran.
Pencarian juga melibatkan unsur SAR, yaitu Rescuer Basarnas Ambon, Polairud dan warga Desa Miran.
Armada yang kerahkan dalam pencarian, di antaranya KN SAR Abimanyu, KP. XV – 1007 Polairud dan perahu milik warga tiga unit.
Selama operasi pencarian, cuaca hujan ringan, angin barat – barat laut berkecepatan 10-20 knots. Dan tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Penyisiran berlangsung selama beberapa jam hingga pukul 19.00 WIT, hingga akhirnya KN SAR Abimanyu menghentikan sementara pencarian akibat buruknya cuaca.
“Operasi SAR hari kedua akan dilanjutkan kembali besok (Selasa) pada pukul 06.00 WIT. Pencarian bertolak dari Pelabuhan Tehoru tempat KN SAR Abimanyu berlabuh,” mengutip rilis Basarnas Ambon. (ADI)




