banner 728x250

Dinas Kesehatan SBT Maksimalkan RSUD Goran Riun Jadi RSUD Rujukan

DINAS KESEHATAN
Kepala Dinas Kesehatan SBT Punira Kilwalaga didampingi Direktur RSUD Goran Riun Bahrudin Tukuwain dan dokter spesialis bedah meninjau ruang bedah, Kamis (13/11/2025). (AINI SANAKY)
banner 468x60

BULA, SENTRALTIMUR.COM – Enam tahun beroperasi, RSUD Goran Riun masih minim dokter spesialis.

Rumah sakit milik Pemerintah Daerah Seram Bagian Timur (SBT) ini belum miliki dokter spesialis dasar di antaranya dokter spesialis penyakit dalam, spesialis obygen (kandungan), dan spesialis bedah.

Saat visitasi oleh tim Dinas Kesehatan SBT, khusus untuk spesialis bedah ternyata sarana prasarana memadai, hanya beberapa instrumen kecil yang perlu dilengkapi.

Kepala Dinas Kesehatan SBT, Punira Kilwalaga mengatakan ruangan bedah dan ruang laboratorium (patologi anatomi) di mana untuk ruang bedah sudah bisa dilakukan operasi kecil, hanya untuk operasi sedang dan besar masih harus dilengkapi beberapa instrumen kecil.

“Iya, kalau di laboratorium kita hanya butuh alat hematologi, karena melakukan prosedur operasi harus dicek darahnya terlebih dahulu,” kata Punira kepada sentraltimur.com usai visitasi bersama Wakil Bupati SBT Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena di RSUD Goran Riun, Kecamatan Pulau Gorom, Kamis (13/11/2025).

Sedangkan penunjang lainnya seperti listrik mesti ditambah daya. “Instrumen yang lain menurut para dokter spesialis sudah tidak ada masalah dan sudah layak. Insyaallah tahun depan kita sudah bisa lakukan operasi di RSUD Goran Riun,” ujarnya.

Soal dokter spesialis, akan disiapkan melalui Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan untuk mengatasi kesenjangan pelayanan dokter spesialis di daerah terpencil, tertinggal, dan kepulauan.

DINAS KESEHATAN
Wakil Bupati SBT M. Miftah Thoha Rumarey Wattimena bersama Kepala Dinas Kesehatan SBT Punira Kilwalaga visitasi ke RSUD Goran Riun, Kecamatan Pulau Gorom, Kamis (13/11/2025). (AINI SANAKY)

“Alternatif yang akan kita tempuh kita manfaatkan dokter spesialis yang sudah ada di RSUD Bula, nanti visitnya sebulan sekali. Untuk skema pembayaran kita lewat skema paruh waktu, kita upayakan tahun depan pelayanan dokter spesialis terpenuhi,” ungkap Punira.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram