“Suporter bola mania pada November mendatang perhelatan piala dunia 2022. Saya khawatir sekali, karena apa jiwa nasionalisme itu berkurang sekali. Lebih banyak berkibar bendera Belanda, Jerman, Spanyol, Argentina, Brazil daripada bendera Indonesia,” ujar mantan Kapolres Maluku Tengah ini.
Menurut Arthur berbeda pilihan dalam mendukung tim sepakbola merupakan hal biasa. Tetapi hal tersebut jangan dijadikan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.
Dia berharap pecinta sepakbola di Maluku lebih bijak dalam menyambut pesta piala dunia.
“Boleh saja kita punya fanatisme kepada satu klub sepakbola tapi jangan sampai membuat permusuhan sesama kita,” katanya mengingatkan. (MAN)




