banner 728x250

Dorong Peran UMKM, Wali Kota Ambon Dukung Pekan Raya Kadin Maluku

WALI KOTA
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena dan Ketua Umum Kadin Provinsi Maluku Sam Latuconsina seusai audiensi di Balai Kota Ambon, Kamis (19/5/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena memberikan apresiasi dan mendukung Pekan Raya Kadin Maluku (PRKM) tahun 2025.

Dukungan disampaikan Bodewin saat audiensi dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Maluku M.A.S Latuconsina, di Balai Kota Ambon, Kamis (19/5/2025). Sam, sapaan M.A.S didampingi sejumlah wakil ketua umum, panitia pelantikan Kadin Maluku dan panitia PRKM.

Bodewin berterima kasih, Kadin Maluku memilih Kota Ambon sebagai tuan rumah pelantikan pengurus Kadin Maluku periode 2025-2030, PRKM dan forum bisnis.

PRKM bakal digelar pada 23-29 Agustus 2025, melibatkan UMKM, BUMN, Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon. “Selaku Wali Kota Ambon, saya sangat mendukung penuh kegiatan PRKM Kadin Maluku. Sebab dengan dilibatkannya UMKM akan memberikan ruang bagi UMKM di Kota Ambon mempromosikan produk-produk usahanya di event PRKM,” kata Bodewin didampingi Plt Sekretaris Kota Ambon Roby Sapulete, dan Kepala Disperindag Josie Lopies.

Menurutnya UMKM adalah tumpuan utama ekonomi Kota Ambon, sebab tidak ada investasi lain selain UMKM. Sehingga setiap kegiatan yang melibatkan peran UMKM di kota berjuluk Manise ini akan mendapat perhatian serius Pemkot Ambon.

Data tahun ini, tercatat 1500-an UMKM di kota Ambon. UKMK berperan vital mendorong pertumbuhan perekonomian daerah. “UMKM itu tumpuan utama ekonomi kota Ambon. Pemkot sangat konsen melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas UMKM di Kota Ambon,” ujar mantan sekretaris DPRD Maluku ini.

Pemkot memberikan perhatian serius kepada UMKM dengan mempermudah proses perizinan. “Selain izin dari pihak terkait seperti Balai POM maupun sertifikat halal dari Kementerian Agama,” sebutnya.

Dia berharap Kadin menghadirkan lembaga-lembaga perizinan tersebut agar saat PRKM, UMKM yang belum memiliki izin diberikan kemudahan untuk mengurus perizinan.

Untuk mengembangkan UMKM, Pemkot Ambon konsiten membangun ekonomi kreatif menggunakan pendekatan komunitas, melibatkan semua sub sektor ekonomi kreatif. “Dalam membangun ekonomi kreatif, digital marketing saat ini menjadi pritoras pengembangan Pemkot, agar pelaku usaha dalam mempromosi usaha mereka, tidak lagi dilakukan secara manual tetapi melalui digital,” ungkapnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram