MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tengah yang rampung dibangun tahun 2022 belum ditempati.
DPRD berencana pindah ke gedung baru pada Agustus 2025. “Saat ini sedang dilakukan perbaikan kelistrikan, pemasangan listrik dari PLN. Setelah pemasangan, kami akan membersihkan area kantor dan memasukan material. Setelah itu, gedung bisa mulai beroperasi,” kata Sekretaris DPRD Malteng, Abdul Manap Ohorella di Masohi, Rabu (30/7/2025).
Namun, soal kepastian, itu tergantung PLN yang akan perbaikan kelistrikan. Hingga kini pihak PLN masih mengerjakan penerangan di dalam gedung. “Semoga pemasangannya tidak terlalu lama, sehingga Agustus ini sudah bisa mulai digunakan,” ujarnya.
Gedung parlemen yang terletak di Jalan RA Kartini Kelurahan Namaelo, Kecamatan Kota Masohi belum siap pakai karena masih terdapat beberapa kekurangan. Meski begitu, DPRD tetap berinisiatif untuk memfungsikan pada bulan Agustus ini.
Akibat kekurangan tersebut, anggota DPRD yang akan menempati kantor tersebut diminta untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. “Kami sudah konfirmasi dengan pimpinan, dan akan menempati sebagaimana mestinya. Yang penting gedung ini bisa digunakan,” ujar Manap.
Manap menyatakan sekretariat DPRD akan tetap berada di Gedung lama. Kantor baru empat lantai itu akan ditempati pimpinan dan anggota DPRD Malteng.
Dibangun sejak 2020 dan rampung 2022, gedung baru DPRD Malteng menelan anggaran Rp 38 miliar.
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Maluku Tengah Hery Men Carl Haurissa. “Bulan Agustus mendatang gedung DPRD baru sudah difungsikan,” kata Haurissa di Masohi, Jumat (25/7/2025).
Ia menjelaskan beberapa detail perlengkapan interior belum terpasang, ditambah defisit anggaran, gedung DPRD Malteng yang baru belum digunakan.
Haurissa menyatakan bahwa perlu diprioritaskan pelayanan publik, dalam kondisi keuangan saat ini. ”Kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan, tentu memprioritaskan kebutuhan publik yang lain,” ujar politikus Gerindra ini.
Walau begitu ia memastikan Agustus mendatang gedung DPRD Malteng bisa difungsikan dengan kondisi yang seadanya. ”Karena bisa digunakan untuk pelayanan masyarakat. Jadi kita masuk dulu menggunakan fasilitas yang ada,” ungkap Ketua DPRD dari Parpol Gerindra itu.




