banner 728x250

Dua Pengedar Tembakau Gorila di Masohi Terancam 5 Tahun Penjara

  • Bagikan
Ilustrasi tersangka ditangkap. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Dua pelaku pengedar narkotika inisial ES alias Fendi (25), dan TI alias Gombi (24) tertunduk lesu.

Keduanya diciduk tim Satresnarkoba Polres Maluku Tengah. Dibekuk di dua tempat berbeda di kawasan kelurahan Ampera Kota Masohi, Malteng.

Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat.

“Menerima informasi dari masyarakat personel (Satresnarkoba) melakukan penyelidikan, hasilnya kita amankan kedua pelaku tersebut,” kata Rositah di Masohi, Jumat (4/6/2021).

Dalam proses penyelidikan, personel Satresnarkoba mengintai gerak gerik pelaku di kantor jasa pengiriman barang JNE. Polisi telah memperoleh informasi ada benda yang mencurigakan yang dikirim melalui JNE.

“Penangkapan (pelaku) sekitar pukul 15.00 WIT, personel kami melakukan pemantauan di sekitar kantor JNE di kawasan Ampera Kota Masohi,” ungkapnya.

Pelaku Fendi bergerak menuju JNE dan mengambil paket barang haram itu. “Kita langsung amankan yang bersangkutan,” kata mantan Kasat Lantas Polres Malteng ini.

Fendi hanya pasrah tanpa perlawanan ketika dibekuk. Dia mengaku benda yang diambil dari JNE itu merupakan narkoba.

Narkotika jenis tembakau sintetis atau gorilla itu dipesan pelaku Gombi melalui akun instagram. Setelah mengantongi pengakuan Fendi, polisi bergerak menangkap Gombi.

Narkotika yang diamankan dikemas dalam plastik clip bening seberat 5,24 gram. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone merk VIVO Y91, satu unit handphone merk VIVO Y12, dan satu kaos oblong warna merah.

Penyidik telah menetapkan dua pelaku ini sebagai tersangka. “Kita jerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” kata Rositah. (DNI)

  • Bagikan