AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Provinsi Maluku diperhadapkan dengan efesiensi anggaran dan alokasi APBD yang terbatas.
Pemerintahan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath dituntut melakukan inovasi dan kreativitas untuk membangun daerah ini ke arah yang lebih baik.
Demikian harapan Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun ketika memimpin rapat paripurna DPRD Maluku dalam rangka pidato perdana gubernur maluku masa jabatan tahun 2025-2030.
Rapat dirangkai dengan serah terima jabatan Gubernur Maluku di ruang rapat paripurna DPRD Maluku, Rabu (5/3/2025).
“Untuk mendukung arah kebijakan dan visi-misi, pendukung APBD untuk membiayai sangat terbatas. Untuk itu, terus menerus harus ada inovasi dan kreativitas pemerintahan yang baru ini,” kata Watubun.
Ini dilakukan ini agar mendorong dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi kewenangan daerah. ”Begitu juga butuh sinergitas dan singkronisasi dalam program pembangunan,” ingatnya.
Selain itu, aspek sumber daya manusia, harus profesional, potensi dan spesifikasi pendidikan serta latar belakang pekerjaanya. Penempatan pejabat harus terbuka dan tidak berdasarkan kelompok saat Pilkada 2024.
Watubun sepakat dengan pernyataan Gubernur Maluku pada apel ASN Pemprov Maluku, kalau ASN tidak boleh puja dan puji Gubernur dan Wagub. “Apalagi menjilat dan sebagainya. Yang penting kerja profesional dan berprestasi,” tegasnya.
Oleh karena itu, penting bagi DPRD mengawal seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan. “Karena keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah, tidak sepenuhnya dibebankan kepada gubernur dan wakil gubernur. Tetapi dukungan semua pihak untuk mencapai keberhasilan yang dimaksud,” ujar Watubun. (RED)




