banner 728x250

Ekspedisi Sosial Budaya di Desa Terpencil Pulau Seram, Mafispala Unpatti Bagikan Buku & Pakaian

EKSPEDISI SOSIAL
Mahasiswa Fisip Pecinta Alam Universitas Pattimura membagikan buku bacaan kepada pelajar di Dusun Mahu, Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (28/4/2024). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Mahasiswa Fisip Pecinta Alam (Mafispala) Universitas Pattimura menggelar ekspedisi sosial budaya di desa terpencil di Pulau Seram.

Aksi itu berlangsung di Dusun Mahu, Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah Minggu (28/4/2024).

Tim ekspedisi Mafispala membagikan ratusan buku bacaan kepada pelajar. Mengajari anak-anak di dusun tersebut berbagai pengetahuan. Mereka juga membagikan ratusan helai pakaian layak pakai kepada warga di dusun Mahu.

Ketua Tim Ekspedisi Ferdi Nasela mengatakan aksi itu bertujuan untuk menggali tradisi budaya dan keunikan adat istiadat di dusun tersebut. “Tentu kita juga ingin belajar tentang pola kehidupan sosial dan kekayaan budaya serta adat istiadat di Dusun Mahu,” katanya kepada sentraltimur.com, Senin (29/4/2024).

Bantuan berupa buku dan pakaian kepada warga dan anak-anak sebagai bentuk kepedulian Mafispala kepada warga yang membutuhkan. “Ini bentuk kepedulian sosial untuk sesama.  Kami juga ingin anak-anak di dusun Mahu lebih gemar membaca dan punya pengetahuan yang lebih luas,” katanya.

Sekretaris Umum Mafispala Universitas Pattimura Ambon, Akmal menjelaskan ekspedisi sosial budaya sebagai bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi.

Menurutnya kegiatan tersebut telah menjadi agenda tahunan organisasi. “Sebelumnya senior-senior kita terdahulu juga melakukan kegiatan yang sama seperti di pedalaman Pulau Buru, Seram Bagian Timur dan beberapa daerah lain, bahkan pernah sampai ke Manado,” katanya.

Buku dan pakaian layak pakai yang disumbangkan merupakan hasil usaha organisasi dan bantuan dari anggota dan para senior.

Mahasiswa Fisip Pecinta Alam (Mafispala) Universitas Pattimura menggelar ekspedisi sosial budaya di desa terpencil di Pulau Seram, Maluku. (ISTIMEWA)

Dia berharap kegiatan itu tidak hanya membawa manfaat bagi warga Dusun Mahu tapi juga memperkaya pengetahuan tentang kearifan lokal serta adat dan budaya bagi pengurus Mafispala. “Harapannya semoga kegiatan ini bermanfaat bagi warga dan juga bagi kita,” ujarnya.

Warga dusun Mahu merupakan kelompok suku terasing yang sebelumnya hidup nomaden di wilayah pegunungan di Pulau Seram.

Mereka kemudian turun ke wilayah pesisir membentuk komunitas baru dan kini hidup berdampingan bersama masyarakat lainnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram