Masyarakat yang menginginkan ganti gubernur atau tidak ingin Murad kembali terpilih sebagai gubernur sangat tinggi sebesar 72.8%. Hanya 27.3% yang tidak menginginkan ganti gubernur pada Pilkada Maluku 2024.
Survei Indo Barometer
Lembaga Survei Indo Barometer juga merilis hasil survei jelang Pilgub Maluku. Survei memotret elektabilitas tiga paslon gubernur-wakil gubernur di wilayah kota Ambon.
Hasilnya, elektabilitas pasangan Hendrik-Vanath memimpin jauh dari dua kompetitornya.
Survei Indo Barometer dilakukan bersamaan dengan survei Pilkada kota Ambon pada 1–8 November 2024. Populasi survei adalah warga Kota Ambon yang sudah mempunyai hak pilih, minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling menyertakan 400 orang sebagai responden di lima kecamatan wilayah Kota Ambon.
“Toleransi kesalahan (margin of error) ±4.90%, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara tatap muka responden,” kata Divisi Riset Indo Barometer, Christopher Nugroho dalam rilis survei.
Dalam survei itu, responden masing-masing diajukan pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.
Pertanyaan terbuka yang diajukan memungkinkan responden menjawab secara bebas, tanpa terikat pada pilihan jawaban. Sedangkan pertanyaan tertutup membatasi pilihan jawaban responden, seperti ya/tidak, pilihan ganda, atau jawaban yang sangat terbatas.
Pertanyaan terbuka, warga yang memilih paslon Hendrik-Vanath diangka 48.8% diikuti Jeffry-Mukti 11.5% dan Murad-Michael di posisi buncit 8.8%. Pemilih yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab 28.3%.
Dari pertanyaan tertutup, elektabilitas Hendrik-Vanath unggul telak sebesar 63.8%, Jeffry-Mukti 15.5% dan Murad-Michael hanya 12.8%. Sementara pemilih belum memutuskan pilihan atau tidak tahu/tidak menjawab di angka 7.9%. (TIM)
Ikuti berita sentraltimur.com di Google News




