Selama proses pencarian kondisi cuaca hujan sedang. Angin Barat – Barat Laut, 4 – 20 knots dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Unsur yang terlibat dalam pencarian yakni tim Rescue Pos Sar Tual, ABK KN Sar 242 Bharata, Bakamla Tual dan Polairud. Armada yang kerahkan yaitu mobil Rescue car dan KN Sar 242 Bharata masing-masing satu unit.
Pada hari yang sama musibah kecelakaan laut juga terjadi di perairan Aru. Longboat dari Desa Kobamar tujuan Dobo, tenggelam di perairan Muara Sir Sir, Kabupaten Kepulauan Aru, Senin (21/2).
Longboat tenggelam karena hantaman gelombang. Akibat musibah itu, satu orang atas nama Obet Siksikul (60) hilang dan dalam proses pencarian. Sedangkan lima orang selamat.
“Kami dapat info dari camat dan langsung melakukan evakuasi. Lima orang berhasil selamat dan satu orang masih hilang,” ujar Kepala Koordinator Pos SAR Kepulauan Aru Reinhard Loppies.
Tim SAR Cari Penumpang Hilang
Longboat mengakut enam penumpang itu bertolak dari Desa Kobamar, Senin pagi. Ketika berada di Sungai Sir Sir, angin dan gelombang sangat kencang menghantam longboat hingga tenggelam.
Tim rescue unit siaga SAR Dobo menggunakan speedboat UPP Dobo masih mencari korban yang hilang di lokasi tenggelamnya longboat. “Kita masih terus melakukan pencarian di lokasi titik tenggelam longboat,” kata Reinhard.
Sehari sebelumnya, satu nelayan bernama Hadji Guru Sangadji hilang kontak di perairan Negeri Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.
Dugaan sementara pria 42 tahun itu hilang saat melaut menggunakan perahu pada Minggu (20/2/2022) sekitar pukul 21.00 WIT.




