banner 728x250

Gempa Bumi Guncang Kairatu, Warga Panik Berhamburan

  • Bagikan
Gempa tektonik magnitudo 3,3 mengguncang wilayah Kairatu, SBB. (FOTO: BMKG)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Gempa tektonik magnitudo 3,3 mengguncang wilayah Kairatu, kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Rabu (28/4/2021) malam.

Meski kekuatan gempa bumi hanya 3,3 magnitudo, namun karena kedalamannya yang sangat dangkal, guncangan sangat kuat dirasakan di wilayah itu. Kuatnya getaran gempa membuat warga berhamburan keluar dari rumah-rumah mereka.

Bahtiar Mahu, warga desa Kairatu mengaku getaran gempa yang sangat kuat dirasakan membuat sejumlah warga keluar dari rumah mereka untuk menyelamatkan diri.

“Ada yang keluar rumah, gempanya juga cukup lama sekitar lima detik,” ujarnya dihubungi sentraltimur.com dari Ambon, Rabu (28/4/2021).

Bahtiar tidak mengetahui pasti apakah ada dampak kerusakan yang ditimbulkan dari gempa tersebut atau tidak. “Apakah ada kerusakan saya tidak tahu soalnya kejadiannya juga malam, tapi memang getarannya sangat kuat,” katanya.

Berdasarkan data yang diterima sentraltimur.com dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa  terjadi pada pukul 22.23 WIT itu berada pada lokasi 3.44 LS dan 128.17 BT, atau tepatnya di laut 23 km Barat Daya Kairatu pada kedalaman 10 km.

BMKG menyebut lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. “Dampak gempa bumi berdasarkan informasi dari masyarakat dirasakan di Kairatu dan Liang dengan skala II-III MMI,” kata Kepala Stasiun Geofisika Ambon Herlambang Hudha dalam keterangan tertulis yang diterima sentraltimur.com.

Dia mengaku hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Meski getarannya sangat kuat dirasakan, namun dia memastikan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” pinta Herlambang. (MMS)

Penulis: MEHMET SALAHUDINEditor: YANTO
  • Bagikan