AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Gempa tektonik berkekuatan 5,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku, Jumat (10/10/2025).
Gempa yang terjadi pukul 19.02 WIT berpusat di Laut Banda pada kedalaman 226 km dengan pusat gempa berada di titik koordinat 07,09 Lintang Selatan dan 129,68 Bujur Timur atau berjarak 67 km utara Tepa, dan 84 km barat laut Dawelor Dawelar, MBD.
belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Meski begitu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ambon memastikan gempa tersebut tidak berisiko menimbulkan tsunami.
“Tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto Kuncor dalam keterangannya, Jumat malam.
BMKG mencatat gempa tersebut getarannya hingga di wilayah Tepa dengan skala intensitas II – III MMI. Meski begitu sejumlah warga di MBD mengaku tidak merasakan getaran gempa. “Kita tidak merasakan getaran gempa sama sekali di sini,” kata Moses Jambormias kepada sentraltimur.com via telepon.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyatakan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah yang disebabkan adanya deformasi batuan dalam subdiksi Banda.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiportensinya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan subdiksi Banda,” katanya dalam keterangan tertulis.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust. “Hingga pukul 19.21 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” katanya.
Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan. (MAN)




