Secara nasional, BOR masih berada di level yang aman yakni 31%. Adanya kenaikan tren kasus aktif di sejumlah provinsi di Sumatera, menyebabkan BOR di seluruh provinsi di Sumatera (kecuali Bengkulu) lebih tinggi dibandingkan BOR nasional.
BOR tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat (60%), kemudian di Sumatera Utara (58%), dan diikuti di Riau (55%).
Beberapa variabel yang menyebabkan kasus aktif meningkat terutama sesudah lebaran, yakni eksternal faktor dan endogen faktor.
“Kombinasi antara faktor eksternal berupa mobilisasi dan faktor endogen berupa mutasi dari virus akan menyebabkan kasus ini akan meningkat beberapa saat ke depan. Kita mesti tetap menjaga protokol kesehatan,” tegas Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (KCI/RED)




