banner 728x250

Gunung Botak Kembali Makan Korban, 3 Penambang Tewas Dalam Kolam

GUNUNG BOTAK
Aktivitas penambangan ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku. (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Demi mengejar rupiah, nyawa manusia seperti tidak ada harganya di kawasan tambang emas Gunung Botak, kabupaten Buru, Maluku.

Terkini, aktivitas penambangan ilegal di Gunung Botak kembali menelan korban. Tiga penambang ilegal dilaporkan tewas saat aktivitas penggalian untuk mencari emas di kawasan tambang rakyat tersebut.

Ketiga penambang yang dilaporkan kehilangan nyawa yakni Asri (37), Tasid Jawa (37), dan La Onyong (39). Mereka tewas terjebak di dalam lubang sedalam delapam meter pada Rabu (24/9/2025).

Ketiganya diduga tewas setelah menghirup tumpahan zat kimia beracun yang masuk ke dalam kolam galian.

Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang mengatakan peristiwa itu berawal saat ketiga korban melakukan penggalian untuk mencari emas secara manual. Ketika masuk ke dalam lubang galian sedalam kurang lebih 8 meter, tiba-tiba bak rendaman berisi zat kimia berbahaya yang berada di atas lubang jebol.

“Air yang mengandung bahan kimia B3 (bahan berbahaya dan beracun) di dalam bak yang jebol masuk ke dalam lubang yang dikerjakan oleh para korban,” katanya kepada awak media, Jumat (26/9/2025).

Salah satu penambang yang melihat kejadian itu segera berusaha memberikan pertolongan. Korban La Onyong yang pertama dievakuasi karena masih berada di pintu lubang. Sedangkan dua korban lainnya sudah berada dalam lubang.

“Ketiga korban diduga keracunan air bak rendaman yang mengandung bahan kimia berbahaya. Para korban dapat dievakuasi dari dalam lubang namun sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Sulastri.

Setelah berahasil dievakuasi dari dalam lubang, jasad ketiga korban diambil pihak keluarga untuk dimakamkan. “Sudah diamakamkan pihak keluarga masing-masing,” ujarnya.

GUNUNG BOTAK
Kandungan emas di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku menjadi buruan penambang dari berbagai daerah di Indonesia. (ISTIMEWA)

Terkait kejadian tersebut, Sulastri mengingatkan penambang segera meninggalkan lokasi Gunung Botak dan tidak lagi melakukan aktivitas penambangan ilegal. “Kami mengimbau kepada para penambang untuk tidak lagi melakukan aktivitas pertambangan secara ilegal, karena sangat berbahaya kepada diri sendiri maupun lingkungan,” kata Sulastri.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram