GPM serentak yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, menjaga daya beli, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Selain melakukan intervensi harga melalui GPM, Pemprov Maluku bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku tengah mengupayakan pengiriman cabai rawit dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebanyak 1.000 kilogram atau satu ton.
Pengiriman tersebut direncanakan menggunakan pesawat komersial melalui Surabaya sebelum akhir Oktober 2026. Tambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi tekanan kenaikan harga di pasar.
Inawati menegaskan kerja sama antardaerah menjadi langkah penting untuk mengatasi keterbatasan produksi lokal, terutama di tengah kondisi cuaca panas berkepanjangan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan cabai secara bijak sesuai kebutuhan. Berdasarkan informasi BMKG yang dirujuk, kondisi cuaca panas diperkirakan masih berlangsung dan hujan baru diperkirakan kembali turun pada Maret 2027.
Pemprov Maluku, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Bank Indonesia, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan keamanan pangan.
“Pemerintah Provinsi Maluku akan terus berupaya semaksimal mungkin melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak agar ketersediaan pangan tetap terjaga, harga terjangkau, dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Samua Par Maluku Pung Bae,” tutup Inawati. (RED)



