Petugas kemudian menutup jalan masuk menuju terminal tepat di atas jembatan. Setiap angkot yang hendak masuk ke terminal dipaksa memutar balik oleh petugas.
Selain angkot, petugas juga tidak memberikan izin kepada warga yang mengendarai sepeda motor untuk masuk ke area terminal Mardika.
Akibat penutupan terminal, ratusan warga yang sedang berbelanja di pasar Mardika terjebak dan terpaksa berjalan kaki sambil menenteng barangnya meninggalkan terminal.
“Mau bikin bagaimana lagi aturan sudah begini kita jalan kaki saja, cuma pemerintah kalau terapkan aturan harus konsisten jangan pilih kasih,” kata Aperlin, seorang warga Nusaniwe.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Rettob mengatakan menutup terminal lebih awal untuk menghindari terjadinya kegaduhan dan terganggunya arus lalu lintas di kawasan Terminal Mardika.
”Sebelum jam 6 saya sudah perintahkan sopir keluar dari terminal karena kalau tidak nanti ribet,” kata Robby di Terminal Mardika
Selama penerapan PPKM mikro, Dinas Perhubungan menyiapkan lima pos pengawasan di pintu keluar masuk Pasar Mardika.




