AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Ambon menggelar khitanan massal untuk puluhan anak dari keluarga kurang mampu, Minggu (14/7/2024).
Bakti sosial tersebut dipusatkan di kompleks Masjid Raya Alfatah Ambon. Puluhan anak yang akan mengikuti khitan ikut diantar oleh orangtuanya.
Selain khitanan massal, KAHMI juga menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat. Bakti sosial itu tidak dipungut biaya alias gratis.
KAHMI Kota Ambon menggandeng Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara dan TNI, Polri.
Koordinator Presidium KAHMI Kota Ambon Muhamad Asrul Pattimahu mengatakan rangkaian kegiatan itu memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriyah. “Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Tahun Baru Islam,” kata Asrul.
Bakti sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk jihad sosial KAHMI Kota Ambon membantu sesama umat yang membutuhkan. Kegiatan itu juga sebagai bentuk ikhtiar KAHMI menebar kebaikan dan sebagai rasa kepedulian kepada sesama.
“Puluhan anak yang ikut khitanan massal ini dari keluarga tidak mampu. Kita berharap ini akan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” katanya.
Donor darah yang melibatkan personel TNI dan Brimob Asrul berharap darah yang disumbangkan dapat menolong warga yang membutuhkan. “Saudara-saudara kita yang sakit banyak yang membutuhkan darah, dan Alhamdulillah hari ini kita juga mengadakan donor darah. Semoga bermanfaat bagi banyak orang yang membutuhkan,” kata Asrul.
Dia menyampaikan apresiasi kepada PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara melalui yayasan Baitul Mal dan pihak TNI, Polri karena telah bersinergi mendukung dan mensukseskan acara tersebut.
“Kegiatan ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari pihak lain, karena itu secara tulus kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung acara ini,” katanya.
Apresiasi KAHMI
Ketua Panitia kegiatan Sukamal Latupono mengatakan bakti sosial yang dilakukan itu sangat disambut positif oleh masyarakat.
Warga begitu antusias mendaftarkan anak-anak mereka untuk mengikuti khitanan masal gratis tersebut. “Warga sangat antusias sekali, ada 80 anak yang ikut khitanan massal. Banyak warga yang juga ikut memeriksakan kesehatannya,” ujarnya.




