banner 728x250

Kampanye Akbar Lawamena di Ambon: Saatnya Maluku Punya Gubernur Baru yang Cerdas

RIBUAN PENDUKUNG
Ribuan pendukung menghadiri kampanye akbar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku nomor urut 3 Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (13/11/2/2024). (ISTIMEWA)
banner 468x60

Pemimpin yang dihadirkan memimpin Maluku selama lima tahun lalu, menjadi pemimpin yang gagal. “Itu bukan beta yang bicara, itu 45 anggota DPRD Maluku yang sampaikan di media massa,” tegas Sam.

Dalam orasi politiknya Sam tidak menyebut nama gubernur yang gagal berdasarkan kata akhir fraksi di DPRD Maluku, beberapa waktu lalu.  

Gubernur Maluku periode 2019-2024 adalah Murad Ismail. “Itu laporan pertanggung jawaban masing-masing fraksi yang telah menyatakan kepemimpinan gubernur Maluku adalah pemimpin yang gagal,” ujar eks wakil wali kota Ambon ini.

KAMPANYE AKBAR
Ketua Tim Relawan Lawamena Sam Latuconsina dalam orasi politiknya mengajak masyarakat Maluku memilih gubernur yang baru. (ISTIMEWA)

“Lalu katong (kita) masih mau pilih lai?,” tanya Sam dihadapan ribuan simpatisan dan pendukung paslon HL-AV.

“Seng (tidak) lai,” jawab pendukung yang menghadiri kampanye.

“Maaf jua eee… katong mau pilih gubernur baru, Pak Hendrik dan Pak Vanath. Tanggal 27 November katong harus coblos nomor 3,” timpal Sam.

Sementara Sekretaris DPW PPP Maluku Rovik Akbar Afifudin mengatakan saatnya Maluku punya pemimpin baru yang dapat membawa perubahan dan perbaikan di segala bidang di Maluku.

“Pemimpin yang kemarin sampe jua, kita butuh pemimpin yang cerdas untuk membangun Maluku dan punya jaringan kuat dengan pemerintan pusat,” kata anggota DPRD Maluku ini.

Dia menyentil isu identitas yang sengaja dimainkan pihak tertentu untuk meraih simpati dan dukungan masyarakat pada Pilkada Maluku.

Menurutnya pihak yang memainkan isu tersebut tak lagi punya pilihan untuk menawarkan program dan prestasi yang telah dibuat sehingga menggunakan cara-cara yang menyesatkan masyarakat. “Itu karena sudah panik, dan tak bisa lagi berjanji makanya begitu. Jadi yang sabua sabiji itu Pak Hendrik dan Abdullah Vanath,” katanya. (TIM)

Ikuti berita sentraltimur.com di Google News

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram