AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kodam XV Pattimura memberikan penjelasan pasca kecelakaan yang menimpa mobil rombongan personel Kodim 1506 di kabupaten Buru, Maluku.
Insiden kecelakaan di Jalan Poros Desa Wanakarta, Kecamatan Lolong Guba, Buru pada Sabtu (10/10/2025) sore itu menyebabkan Serda M. Fauzi Tuharea, anggota Kodim 1506 Namlea meninggal dunia dan empat orang lainnya termasuk dua anggota berpangkat perwira mengalami luka-luka.
Kapendam XV Pattimura Kolonel Inf. Heri Krisdianto menyatakan Kodam XV Pattimura sangat berduka atas insiden kecelakaan tersebut.
“Kami segenap keluarga besar Kodam XV Pattimura menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu prajurit terbaik kami, almarhum Serda Muhammad Fauzi Tuharea, akibat musibah kecelakaan ini,” jelasnya.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” sambung Heri dalam keterangan tertulis, Senin (13/10/2025).
Korban Fauzi Tuharea telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara empat anggota TNI yang terluka masih menjalani perawatan di RSUD Namlea, Buru. “Saat ini empat personel yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan di RSUD Namela,” katanya.
Tim Sub Denpom 1522 Namlea telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Hasilnya, kecelakaan diduga terjadi setelah mobil Suzuki Ertiga yang ditumpangi lima anggota TNI tersebut melaju kencang dan menabrak gundukan semen pada proyek pembangunan jembatan mengakibatkan mobil terpental dan menabrak rumah warga.
“Informasi awal dan hasil olah TKP oleh Sub Denpom 1522-Namlea, kecelakaan diduga terjadi akibat laju kendaraan cukup tinggi. Untuk memastikan penyebab insiden ini, dilakukan proses pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Kodam XV Pattimura akan terus memantau perkembangan kondisi prajurit yang sedang dirawat dan memastikan semua hak-hak almarhum Serda Fauzi Tuharea dipenuhi. “Kami juga mengingatkan kepada seluruh prajurit untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan, terutama saat berkendara dalam perjalanan dinas,” ingat Heri.




