banner 728x250

Legislator Malteng: Sinergitas Pastikan Bantuan Kementerian Pertanian Terwujud di Maluku

KEMENTERIAN PERTANIAN
Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah Syahbudin Hayoto. (ISTIMEWA)
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) RI meluncurkan berbagai program dan bantuan pada tahun 2026 untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional di Provinsi Maluku.

Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian mengalokasikan program cetak sawah seluas 4.466 hektare, tersebar di sejumlah kabupaten di Maluku.

Program dan bantuan Kementan diapresiasi Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Syahbudin Hayoto. Dia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kementan atas terwujudnya bantuan sektor pertanian bagi Maluku.

Ketua Komisi III DPRD Malteng ini menegaskan dalam perspektif administrasi publik, bantuan kementerian tidak hadir dalam ruang hampa. Meski merupakan program resmi Kementan, realisasi anggaran pemerintah pusat ke daerah tetap membutuhkan kehendak politik (political will) serta validasi data dari Pemerintah Provinsi Maluku.

“Saya melihat adanya sinkronisasi yang baik antara usulan teknis dari Maluku dengan prioritas swasembada pangan nasional yang sedang didorong oleh Menteri Pertanian,” ujar Hayoto dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).

Dia menjelaskan alih-alih terjebak dalam dikotomi “lobi” versus “murni” program kementerian”, publik sebaiknya melihat proses tersebut sebagai hasil dari koordinasi tingkat tinggi (high level coordination).

Menurutnya gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah memiliki peran strategis dalam memastikan Maluku masuk dalam skala prioritas nasional. “Tanpa pengawalan di tingkat provinsi, usulan dari daerah sering kali tertumpuk di meja birokrasi pusat. Jadi ada kerja birokrasi di kementerian, dan ada pula kerja pengawalan kebijakan oleh gubernur, keduanya saling melengkapi,” jelas anggota Fraksi Gerinda ini.

Hayoto menekankan hal terpenting bukanlah siapa yang menandatangani keputusan, melainkan bagaimana program perluasan lahan pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit, maupun pupuk dapat sampai ke tangan petani tepat sasaran dan tepat waktu. “Mari kita bersama-sama mengawal dan mengawasi distribusinya agar tepat sasaran. Jangan sampai momentum baik dari pusat ini terhambat oleh kendala distribusi di lapangan,” imbaunya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram