banner 728x250

Lonjakan Harga Mencekik, Diduga Permainan Mafia Beras di Ambon

MAFIA BERAS
Konsumen mengeluhkan kenaikan harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Ambon beberapa pekan terakhir. (SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kenaikan harga beras di Kota Ambon, Maluku beberapa pekan terakhir meresahkan warga. Kenaikan harga besar terjadi tidak hanya pada jenis beras premium, namun juga beras bulog yang disediakan pemerintah.

Sebagai bukti, harga terendah beras dijual pedagang di pasar tradisional di Kota Ambon Rp 16.000, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp 19.000 per kilogram. Adapun sekarung beras premium 25 kg yang sebelumnya dijual Rp 320.000 kini naik menjadi Rp 420.000. Sedangkan beras bulog 50 kg awalnya dijual seharga Rp 770.000 naik menjadi Rp 820.000

Warga menduga kenaikan harga beras gila-gilaan tersebut dimainkan mafia beras. “Kenaikan harga beras di Ambon belakangan ini sudah sangat tidak wajar sekali. Kami menduga ada mafia yang sengaja bermain untuk mencari untung besar,” kata Fahrudin, mahasiswa Universitas Pattimura kepada sentraltimur.com, Sabtu (12/7/2025).

Dia heran kenaikan harga beras di Kota Ambon terjadi justru saat stok beras nasional surplus atau melimpah. Bahkan pemerintah telah menggumumkan Indonesia swasembada beras. “Ini logikanya bagaimana kok lagi swasembada, beras lagi melimpah malah harga beras naik tak masuk akal,” herannya.

Fahrudin meminta aparat kepolisian mengusut dan menangkap praktik mafia yang sengaja memainkan harga beras di pasaran. “Kami minta polisi mengusut masalah ini karena ini masalah perut, masalah banyak orang. Siapa pun yang bermain harus ditangkap dan diproses hukum,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui di pasar meminta pemerintah daerah mengambil langkah untuk menekan kenaikan harga besar yang dinilai tidak wajar. “Harga beras sangat mahal saat ini, kami berharap pemerintah turun tangan atasi masalah ini,” kata Rahma, warga Kebun Cengkeh, Ambon.

Warga lainnya berharap pemerintah daerah melakukan operasi pasar dan berkoordinasi dengan para agen dan distributor beras di Ambon agar kenaikan harga dapat dikendalikan. “Hidup sekarang sudah susah karena semua harga kebutuhan pokok naik. Jangan biarkan kami masyarakat tak bisa makan karena beras tidak bisa kami beli,” keluh Farida, warga Batu Merah. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram