banner 728x250

Mantan Ketua IDI Maluku Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Medical Check Up

  • Bagikan
Ilustrasi medical check up. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kejaksaan Tinggi Maluku menetapkan mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Maluku, dr Hendrita Tuanakotta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Hendrita terindikasi ikut terlibat dalam mark up atau penggelembungan anggaran pembayaran jasa medical check up calon kepala daerah dan wakil kepala daerah saat Pilkada kabupaten kota dan provinsi di Maluku tahun 2016-2020 di RSUD dr M. Haulussy, Ambon.

“Sudah ada tersangka, inisialnya dr HT (Hendrita Tuanakotta), mantan Ketua IDI Maluku,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku Wahyudi Kareba di kantornya, Rabu (4/1/2023).

Jaksa penyidik Kejati Maluku baru menetapkan satu tersangka dalam kasus tersebut. Eks wakil ketua Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Maluku itu ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan beberapa hari lalu.

“Baru satu orang yang dijadikan tersangka,” sebutnya. 

Wahyudi tidak membeberkan peran Hendrita. Dia juga belum dapat memastikan apakah bakal ada tersangka lain dalam kasus korupsi dana jasa pemeriksaan kesehatan itu. “Belum (ada penambahan tersangka), kami masih tunggu info selanjutnya,” kata Wahyudi.

Kasus dugaan korupsi pembayaran jasa medical check up ini diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp 2 miliar. Kejati Maluku menaikkan penanganan kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan pada 2022.

Tim jaksa telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya komisioner KPU Provinsi Maluku dan kabupaten/kota, mantan direktur RSUD dr M. Haulussy, kepala Dinas Kesehatan, BNN, dokter dan tenaga medis. (MAN)

  • Bagikan