AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kasus keracunan yang menimpa puluhan siswa dalam program makan bergizi gratis (MBG) di tiga daerah di wilayah Maluku menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku.
Dalam waktu dekat, Pemprov Maluku akan segera menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari 11 kabupaten kota untuk mengevaluasi persoalan yang terjadi.
“Secara internal kita sudah rapat membahas masalah ini kemarin dan mungkin dalam minggu ini kita segera melakukan rapat koordinasi dengan semua SPPG kabupaten kota,” kata Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang kepada sentraltimur.com, Senin (22/9/2025).
Kasrul mengatakan MBG merupakan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk pemenuhan kebutuhan gizi siswa. Program tersebut dijalankan oleh SPPG yang dibentuk di setiap daerah.
Pemerintah provinsi sifatnya hanya berkoordinasi dengan SPPG yang menjadipihak pengelola untuk kelancaran program tersebut. “Kita di provinsi tidak terlibat secara langsung, Badan Gizi Nasional itu punya satu badan yang namanya SPPG di daerah-daerah. Nah, mereka ini langsung dengan pengelola-pengelola dapur, jadi selama ini kita koordinasi-koordinasi saja,” ujarnya.

Menurutnya langkah Pemprov Maluku menggelar rapat koordinasi dengan seluruh SPPG untuk membahas sejumlah masalah dalam program MBG yang menjadi sorotan publik di Maluku belakangan ini.
“Kita tidak mungkin tinggal diam juga karena ini menyangkut warga Maluku meskipun secara langsung kita tidak terlibat secara teknis, tapi ini terjadi di kita punya daerah. Ini menjadi isu nasional bukan hanya di Maluku tapi hampir di semua daerah,” ungkap Kasrul.
Sesuai rencana, Pemprov Maluku juga akan mengundang Badan Gizi Nasional untuk terlibat dalam rapat bersama SPPG 11 kabupaten kota di Maluku guna membahas masalah yang terjadi. “Kita mungkin juga akan hadirkan Badan Gizi Nasional melalui zoom meeting,” sebutnya.




