banner 728x250

Memalukan! Ketua DPRD Ambon Akui Minum Sopi di Rumah Dinasnya, Pesta Miras Berujung Penganiayaan Pegawai

DPRD AMBON
Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela menyampaikan klarifikasi soal pesta miras di rumah dinasnya berujung penganiayaan pegawai, Senin (4/8/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

Mourits berujar saat kejadian, rumah dinas ramai karena sejumlah pekerja melakukan beberapa pekerjaan fisik di rumah dinasnya. “Soal minum keras, kita ini orang Ambon, saat itu kejadian ada orang kerja. Saya pesan minuman dari staf saya lewat bung Jimbron minta tolong bawa ke Jakarta dan karena tiket tidak sesuai jam 12 saya dapat kabar bisnis dan ekonomi full makanya tidak jadi berangkat,” ungkapnya.

Setelah memberikan dua botol miras ke sejumlah orang di rumah dinas, dia juga meneguk miras tersebut. “Saya teguk satu kali lalu pergi mandi dan makan,” kilah Mourits.

Dia membantah kabar yang beredar miras yang dipesan sebanyak sembilan botol. “Saya tidak terlalu jauh dalam proses minum. Yang jelas dua botol pertama itu saya yang serahkan langsung habis (diminum) tidak ada yang disimpan,” ujarnya.

“Jumlah sembilan botol sebagaimana yang disampaikan saya tidak tahu, mereka yang lebih tahu. Tapi tidak ada keributan dan ketegangan yang berkaitan dengan bung Jimbron dan orang-orang di rumah (dinas) saya,” sambungnya.

Mengaku kaget setelah mengetahui korban dianiaya, saat itu juga Mourits menelepon korban namun tidak diangkat. “Nah, malamnya baru istrinya menyampaikan bahwa ada kejadian, dengan foto yang dikirimkan ke saya kalau bung Jimbron di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” kisahnya.

“Keesokan harinya baru berhasil menghubungi bung Jimbron, dan saya tanya kejadian di mana dan sapa pelakunya, dia tidak tahu. Karena saya sebagai pimpinan koordinator di Komisi III, saya sampaikan ke staf untuk bantu biaya pengobatan. Dan saya kira sudah selesai karena bung Jimbron sudah msuk kantor,” imbuh Mourits.

Terdengar janggal dan aneh, meski menderita memar dan luka di wajahnya, Jimbron tidak mengingat siapa yang menganiayanya. Lokasi penganiayaan pun dia tidak tahu di mana.

Jimbron dalam penjelasannya mengaku tidak ingat sama sekali dengan kejadian pemukulan terhadap dirinya. “Masalah kemarin itu saya tidak tahu apa-apa, waktu pemukulan tidak tahu terjadi di mana, hanya beta ingat pulang dari rumah dinas, lalu yang beta ingat hanya bawa minuman (sopi) terakhir itu saya ingat,” singkatnya.

CCTV Tak Berfungsi

Pasca kejadian, banyak pihak termasuk keluarga korban meminta CCTV di rumah dinas Ketua DPRD Ambon dibuka untuk memastikan kejadian tersebut.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram