banner 728x250

Museum Siwalima-Museum Maluku di Belanda Rayakan HUT Kemerdekaan RI

  • Bagikan
Museum Siwalima di kota Ambon, Maluku. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Museum Siwalima Provinsi Maluku bekerja sama dengan Museum Maluku (MuMa) Utrech, Belanda merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76,  menyelenggarakan pameran bersama.



“Pamerannya dilaksanakan secara luring dan daring disiarkan melalui kanal YouTube Museum Siwalima agar orang-orang Maluku di Belanda juga bisa menyaksikan,” kata Kepala Museum Siwalima Maluku Jean Esther Saiya di Ambon, Rabu (11/8/2021).


Pameran bersama Museum Siwalima dan MuMa untuk meningkatkan pengetahuan dan kecintaan orang Maluku, khususnya generasi muda terhadap Tanah Air dan daerah.



Mengusung tema “Sejarah Maluku dari Masa ke Masa”, pameran dijadwalkan pada 19-26 Agustus 2021, memamerkan 30 sampai 40 benda dan sejumlah foto yang mengisahkan Maluku pada masa penjajahan, kemerdekaan Indonesia hingga peristiwa imigrasi orang Maluku ke Belanda tahun 1950.



Benda bersejarah yang akan ditampilkan, di antaranya timbangan pala dan cengkih, bedil, senjata laras panjang, baju perang, seragam tentara Belanda dan Katana (pedang samurai Jepang) merupakan koleksi milik Museum Siwalima.

Sedangkan foto-foto orang Maluku merupakan koleksi MuMa yang dipinjamkan untuk dipamerkan.

“Benda sejarah masa penjajahan yang akan dipamerkan adalah milik museum kami, sedangkan untuk foto-foto situasi dan imigrasi orang Maluku menggunakan Kapal Kota Intan tahun 1950 berasal dari dari MuMa,” katanya.

Pengunjung Museum Dibatasi


Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga oleh Pemerintah Kota Ambon, jumlah pengunjung akan dibatasi 60 orang per hari. Dibagi menjadi 10-15 orang per kelompok yang dibolehkan masuk dalam ruang pameran.


“Selama PPKM kami tidak menargetkan angka kunjungan, tapi kami berharap jumlahnya bisa mencapai 200 hingga 300 orang, terutama generasi muda,” kata Jean. (ANT/RED)

  • Bagikan