“Terimakasih kepada aparat TNI Polri yang telah bekerja keras memastikan pelaksanaan Pilkada 2024 di Maluku berjalan lancar dan aman dan damai,” katanya.

Meski unggul versi hitung cepat, namun Hendrik mengaku pihaknya tidak akan jumawa. Dia mengimbau seluruh relawan dan pendukung tetap menunggu hasil penetapan resmi KPU. “Kemenangan masih versi quick count, tapi kami yakin secara ilmiah hasilnya tidak akan berbeda jauh dengan real count KPU dan kami akan tetap menunggu penetapan hasil dari KPU,” ujar eks anggota DPR ini.
Menang Tujuh Dapil
Soal keunggulan pasangan Hendrik-Vanath berdasarkan hasil hitung cepat, Direktur Maleo Institut Husein Marasabessy menyampaikan data yang masuk belum mencapai 100 persen.
“Soal data yang belum masuk 100 persen ini kita tahu kondisi geografis di Maluku terdiri dari pulau-pulau dan akses internet dan telekomunikasi juga jadi kendala, tapi kami pastikan datanya sudah stabil,” akunya.
Meski begitu data tersebut telah stabil dan kalau pun berubah tidak akan signifikan. “Data ini sudah terdistribusi dengan normal dan sudah ada gambaran bahwa pasangan Lawamena ini akan memimpin jika semua data masuk,” katanya kepada sentraltimur.com.
Menurutnya perbedaan antara quick count dan real count KPU biasanya tidak berbeda jauh, sehingga dia memastikan pasangan Hendrik-Vanath pemenang Pilkada Maluku. “Perbedaan hasil quick count dan real count KPU hanya plus minus 1 persen saja, dan data yang masuk sudah sangat stabil,” ujar Husein.
Perolehan suara hasil hitung cepat dari 7 dapil yang ada di Maluku. Menggambarkan kemenangan pasangan Lawamena di Ambon, Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Tual, Aru, Tanimbar dan Maluku Barat Daya di atas 40 persen. (TIM)
Ikuti berita sentraltimur.com di Google News




