banner 728x250

Pelayanan Buruk, Komisi II DPRD Malteng Cecar Manajemen RSUD Masohi

DPRD MALTENG
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Buruknya pelayanan kesehatan di RSUD Masohi menjadi sorotan Komisi II DPRD Maluku Tengah (Malteng).

Dalam rapat paripurna, Ketua Komisi II DPRD Malteng Julianus Wattimena mencecar manajemen RSUD Masohi.

‎‎Wattimena mengatakan pasien masih diarahkan membeli obat bahkan jarum suntik di luar rumah sakit. ‎‎”Sudah keterlaluan ini, obat itu selalu dibeli di luar. Faktanya hari ini obat yang dibeli di luar tidak pakai BPJS resep dari dokter, resepnya tidak bisa diganti. Ini berulang kali saya temui,” kecam politisi PDIP itu.

Pasien di UGD harus membeli obat di luar rumah sakit, Ia menyayangkan rumah sakit skala besar milik Pemkab Malteng itu tidak ada obat-obatan. ‎”Saya sendiri juga beli jarum suntik di luar, rumah sakit macam apa ini,” kesalnya dalam rapat paripurna yang dihadiri Wakil Bupati Malteng Mario Lawalata, Rabu (24/9/2025).

‎‎Mirisnya, setelah pasien yang menjalani perawatan keluar rumah sakit, tidak ada penggantian biaya BPJS. ‎‎”Hari ini dokumen saya pegang, saya minta wakil bupati tindak lanjuti.  Saya minta teman-teman dewan untuk mengundang BPJS Kesehatan, minta pertanggungjawaban ganti rugi. Jangan seperti ini, pasien bayar BPJS tiap bulan tidak dilayani dengan baik,” tegasnya.

‎‎Ia mengungkapkan, beberapa kali bupati dan wakil bupati mengunjungi RSUD Masohi. Tapi faktanya masih ada tindakan paramedis yang dinilai sangat keterlaluan. ‎‎”Pasien dimutasi jam 9 malam dari ruangan Mawar ke ruangan Dahlia alasannya bahwa di sana dokter ahli dalam.  Faktanya sampai pasien keluar, tidak ada satupun penanganan dan oleh karena itu, manajemen RSUD perlu dievaluasi kembali,” tegasnya.

‎‎Kepada wakil bupati, Wattimena berpesan agar Direktur RSUD Masohi segera diganti. Hal ini sudah berulang disampaikan kepada bupati maupun wakil bupati.

‎‎”Saya minta tindaklanjuti masalah seperti ini. Saya minta pak wakil bupati tolong disampaikan bupati jangan main-main dengan masalah kemanusiaan. Kalau tidak nanti saya yang pimpin orang tua pasien, masyarakat dan tenaga medis (untuk aksi) nantinya,” ancam Wattimena.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram