Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok ini menjadi sangat strategis, tidak hanya untuk mendukung efisiensi proyek, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Yafet mengatakan, MBD memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk ambil bagian secara aktif dalam mendukung kebutuhan logistik pangan bagi proyek LNG Blok Masela.
Pemda MBD siap memfasilitasi dan mendorong kolaborasi antara pelaku usaha lokal dengan pihak pengelola proyek. “Kita tidak ingin proyek sebesar ini berjalan tanpa dampak langsung yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Maka dari itu, penguatan kapasitas, pendampingan usaha, pelatihan standar food safety, dan sistem logistik yang terintegrasi harus segera disiapkan agar masyarakat benar-benar bisa menjadi pemain utama dalam penyediaan kebutuhan pangan proyek,” jelas Yafet.
Pemkab MBD akan menginisiasi pembentukan tim koordinasi daerah untuk mendata dan verifikasi pelaku usaha potensial di sektor pangan. Ini penting untuk memastikan siapa saja yang bisa segera masuk dalam sistem food supply LNG Blok Masela secara profesional dan berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat peluang ini secara positif dan proaktif. Jangan hanya menjadi penonton dalam proyek besar ini, tapi mari kita ambil bagian dan berkontribusi nyata demi kemajuan daerah kita tercinta,” ajaknya.
Yafet berharap Inpex Masela dan seluruh mitra kerja dapat membuka ruang selebar-lebarnya bagi UMKM lokal dan koperasi masyarakat untuk masuk dalam sistem rantai pasok ini. “Transparansi, kolaborasi, dan keberpihakan kepada lokal menjadi kunci utama agar asas manfaat proyek ini benar-benar terasa di daerah ini,” kata Yafet. (RED)




