banner 728x250

Pemkab MBD Minta Inpex Masela Buka Ruang Bagi UMKM

PEMKAB MBD
banner 468x60

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Mendukung pengoperasian Blok Masela, PT. Inpex Masela bekerjasama dengan Universitas Pattimura melakukan survei supply food, kondisi sosial masyarakat dan tenaga kerja serta vendor UMKM di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

“Dalam beberapa bulan ke depan Inpex sudah mulai groundbreaking baik penataan jalur perpipaan dan studi tanah untuk memulai konstruksi, tentu akan melibatkkan banyak sekali pekerja dan mereka butuh supplay pangan baik untuk catering maupun basecamp,” kata Ketua Tim Survey Unpatti, Prof. Yusthinus Male dalam Focus Group Discassion (FGD) bersama Pemkab MBD, Jumat (8/8/2025).

Male menjelaskan, dua daerah menjadi sorotan utama, yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang menjadi lokasi pembangunan kilang darat dan kabupaten yang terdekat yang dapat menyangga ialah MBD.

“Sebelas kabupaten/kota di Maluku dapat melakukan usaha bisnis bersama Inpex Masela dalam bentuk badan usaha dengan layanan restauran, penyedia bahan pangan, penyewaan kapal hingga konstruksi sipil,” jelasnya.

Dia mengatakan, bisa lebih dari 12 ribu orang bahkan bisa meningkat menjadi 130 ribu orang apabila bersama keluarga akan datang di KKT, bahan pangan sudah harus disiapkan dari MBD sehingga dapat mendukung.

Male  berharap, Pemda dan masyarakat dapat melihat kesempatan ini dengan baik sehingga tidak menjadi penonton di daerah sendiri. “Ada banyak sekali layanan yang dibutuhkan, silahkan dipilih dan dikembangkan baik dari sisi pertanian, peternakan dan laundry, catering dan jasa lainnya,” sebutnya.

Bupati MBD yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setda MBD, Yafet Lelatobur mengatakan, proyek LNG Abadi Blok Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang akan membawa dampak signifikan bagi pembangunan nasional dan daerah, khususnya di MBD.

Dengan potensi gas alam yang sangat besar, proyek ini membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, termasuk sektor pangan. “Sektor food supply atau pasokan pangan menjadi sangat krusial dalam mendukung operasional proyek ini, baik untuk kebutuhan pekerja, logistik, maupun keberlanjutan operasional jangka Panjang,” ujarnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram