banner 728x250
Ragam  

Pemkot Ambon Benahi Pengelolaan Transportasi Darat

TRANSPORTASI DARAT
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena berharap sektor transportasi darat mesti ditata dan dikelola dengan baik.

Tujuannya menjamin keselamatan, kenyamanan dalam berlalu lintas sehingga dapat berjalan dengan baik.

“Kewajiban pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menyediakan iklim investasi yang baik bagi pengusaha angkutan darat,” kata Bodewin menghadiri pelantikan pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) di ruang Vlisingen Balai Kota Ambon, Senin (14/8/2023).

Ketersediaan transportasi dari aspek masyarakat serta pengusaha angkutan darat, sebagaimana fungsi Organda adalah membina dan mengembangkan kemampuan profesionalisme menuju pengusaha angkutan yang kuat, efektif, efesien dan berdaya saing tinggi.

DPC Organda Ambon diharapkan dapat berkolaborasi bersama dalam membentuk sumber daya pengemudi yang sopan, rapi, dan terdata serta ketersediaan angkutan darat yang aman, nyaman dan sehat untuk melakukan aktivitas berlalu lintas di jalan raya.

Dinamika transportasi terus meningkat dan merupakan pekerjaan rumah bagi Pemkot dan seluruh pemangku kepentingan termasuk DPC Organda sebagai wadah yang menghimpun pengusaha angkutan darat, Pemkot dan pemangku kepentingan transportasi di Kota Ambon.

“Persoalan transportasi di Kota Ambon salah satunya adalah volume pertumbuhan kendaraan yang tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan serta sarana prasarana transportasi lainnya,” jelas Bodewin.

Menjadi persoalan yang mengemuka dan persoalan kebutuhan yang harus dilakukan dengan pelbagai upaya untuk menjawab hal ini.

Untuk itu di tahun 2022 jumlah kendaraan bermotor roda 4 dan roda 6 di Ambon berjumlah 44.947 unit kendaraan. Sementara kendaraan roda 2 sebanyak 122.206 unit dengan pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 10 persen.

Pemkot Ambon telah melakukan pelbagai upaya dalam rangka mengatasi persoalan-persoalan transportasi darat.

“Pemkot Ambon akan melakukan pengaspalan terminal Mardika sebagai upaya untuk dapat memaksimalkan terminal. Namun masih banyak kebutuhan lainnya yang belum dapat kami penuhi karena jumlah armada angkutan kota sebanyak 2002 unit telah melebihi kapasitas atau daya tampung terminal Mardika,” katanya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram