banner 728x250

Penerbangan Perintis Buka Konektivitas Antarpulau di Maluku

PENERBANGAN PERINTIS
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah terus memperkuat konektivitas wilayah kepulauan di Provinsi Maluku melalui program Angkutan Udara Perintis.

Penyerahan kontrak sekaligus penerbangan perdana Angkutan Udara Perintis Koordinator Wilayah (Korwil) Langgur tahun anggaran 2026 resmi dilaksanakan pada Sabtu (3/1/2026).

Penyerahan kontrak pengoperasian 10 rute kepada PT Smart Cakrawala Aviation. Hal ini menandai dimulainya layanan transportasi udara perintis sebagai upaya membuka keterisolasian antarpulau.

Program ini akan melayani sejumlah rute strategis, yaitu Kisar, Amahai, Langgur, Wahai, Ambon, Timika, Kupang, Larat, Saumlaki, dan Banda Naira.

Kehadiran angkutan udara perintis diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan di wilayah kepulauan.

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menyatakan penerbangan perintis merupakan jawaban atas tantangan geografis Maluku Tenggara yang wilayahnya dipisahkan oleh laut dan jarak antarpulau.

“Bagi daerah kepulauan, konektivitas udara bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar. Penerbangan perintis adalah jembatan kehidupan masyarakat antarpulau yang selama ini terhambat oleh jarak dan keterisolasian,” kata Bupati.

Dia menekankan dampak penerbangan perintis tidak hanya terbatas pada mobilitas penumpang, tetapi juga mempercepat distribusi logistik, meningkatkan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta memperkuat efektivitas pemerintahan hingga ke pulau-pulau terluar.

Menurut bupati Hanubun pembukaan penerbangan perintis ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat agar layanan ini dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Dia menekankan keselamatan dan ketepatan waktu harus menjadi prioritas utama. “Keselamatan, ketepatan waktu, dan keberlanjutan layanan tidak boleh ditawar. Inilah nyawa dari penerbangan perintis,” ujarnya.

Bupati Hanubun juga menyampaikan konektivitas udara memiliki potensi besar sebagai penggerak sektor unggulan daerah seperti pariwisata, perikanan, dan ekonomi kreatif.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram