banner 728x250

Perikanan Melimpah, Wagub: Maluku Harus Jadi Poros Maritim Indonesia

  • Bagikan
Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno membuka focus group disscussion membahas tantangan pembangunan industri maritim, Kamis (3/6/2021). (FOTO: HUMAS PEMPROV MALUKU)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nataniel Orno menilai sudah saatnya Maluku yang kaya akan berbagai potensi kelautan dan perikanan menjadi poros sektor maritim di Indonesia.

“Sudah waktunya Maluku menjadi poros maritim Indonesia karena laut kita sangat kaya berbagai jenis biota bernilai ekonomi dan dicari di pangsa pasar dunia,” kata Barnabas saat membuka diskusi kelompok terfokus yang digelar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Ambon, Kamis (3/6/2021).

DPD RI menginisiasi diskusi kelompok terfokus untuk membahas tantangan pembangunan industri maritim dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Maluku.
Barnabas katakan, sejauh ini sektor kelautan dan perikanan di Maluku belum dikelola optimal dan terpusat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di provinsi berjuluk Seribu Pulau itu.

Seharusnya, menurut dia potensi kelautan dan perikanan yang melimpah menjadi unggulan utama pertumbuhan ekonomi Maluku, sekaligus menggerakkan sektor unggulan lainnya seperti energi sumber daya mineral, pertanian dan pariwisata.
Potensi perikanan di Maluku sangat melimpah terutama perikanan tangkap yang diperkirakan mencapai 4,6 juta ton atau 37 persen dari total potensi sumber daya ikan nasional yang mencapai 12,5 juta ton.

Potensi ini digarap dari tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Negara RI, yakni 714 (Laut Banda), 715 (Laut Maluku dan Pulau Seram), serta 718 (Laut Arafura).

“Jadi sudah seharusnya sektor perikanan dan kelautan digarap optimal dan sebaik-baiknya untuk menyejahterakan rakyat Maluku,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan pemerintah Pusat menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang ditunjang dengan termasuk pembangunan kawasan pusat perikanan terpadu, pembangunan Ambon New Port, Fish Market bertaraf internasional, sangatlah tepat.
LIN dan pembangunan fasilitas di sektor perikanan dan kelautan tersebut serta pengembangan ladang gas abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang memiliki potensi cadangan gas hingga 6,97 triliun kaki kubik (TFC), merupakan program strategis nasional di Maluku.

“Semua program strategis nasional ini diharapkan berdampak besar mendorong percepatan pembangunan ekonomi Maluku serta ekonomi nasional,” katanya.

  • Bagikan