TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali menggelar seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten tahun 2025.
Seleksi yang diikuti 69 siswa dari berbagai sekolah SMA dan SMK ini berlangsung di Aula Kalwedo Kodim 1511/Pulau Moa, Tiakur, Senin (28/4/2025).
Ketua Panitia sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah MBD, Daud Reimialy menyampaikan kepada seluruh panitia agar menjalankan proses seleksi dengan penuh amanah dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Laksanakan tugas yang dipercayakan dengan baik sesuai ketentuan sehingga calon Paskibraka yang lolos adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria,” ujar Reimialy.
Reimialy memberikan motivasi kepada para peserta seleksi memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dia mengajak para siswa untuk menunjukkan seluruh kemampuan terbaik selama proses seleksi. “Gunakan waktu dan kesempatan dalam seleksi yang berlangsung dengan baik. Perlihatkan segala kemampuan sehingga terpilih menjadi calon Paskibraka tingkat Kabupaten Maluku Barat Daya tahun 2025,” ujarnya.
Reimialy menekankan terpilih sebagai Paskibraka dan mendapat amanat mengibarkan bendera Merah Putih pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan kehormatan besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Seleksi Paskibraka MBD tahun ini diawali dengan pendaftaran online yang mencapai 129 siswa. Setelah melalui tahap upload dokumen dan seleksi administrasi, sebanyak 70 siswa dinyatakan lolos.
Seleksi tahap pertama, satu peserta mengundurkan diri karena sakit sehingga hanya 69 siswa yang mengikuti seleksi. Dari proses seleksi yang berlangsung selama tiga hari akan dipilih 31 siswa terbaik. Rinciannya, 29 siswa akan menjadi tim Paskibraka tingkat kabupaten, sementara 2 siswa lainnya akan mewakili MBD di tingkat provinsi.
Jadwal seleksi meliputi berbagai tahapan penting, mulai dari pembukaan, tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelejensi umum (TIU), pemeriksaan kesehatan, parade, peraturan baris berbaris (pbb), tes samapta, hingga tes kepribadian dan pantoher.




