AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Memastikan ketersediaan bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pemerintah kabupaten dan kota fokus utama pada indikator strategis 4K. Yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
“Jika 4K diterapkan secara konsisten, dipastikan tidak terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat termasuk memperkuat kerjasama antar daerah terkait komoditas pangan strategis,” ujar Kasrul kepada awak media, Selasa (2/12/2025).
Pemprov Maluku sudah berkoordinasi agar jika satu daerah mengalami defisit pangan, daerah lain yang mengalami surplus harus membantu sehingga kelangkaan bisa diantisipasi dan harga tetap stabil.
Selain itu penguatan rantai pasok juga menjadi faktor kunci di mana daerah pemasok pangan wajib memastikan produksi berjalan baik, sedangkan pemerintah harus memastikan distributor ke wilayah yang sulit dijangkau berjalan normal.
Kendala distribusi pangan terbesar yang dihadapi Maluku sangat tergantung pada transportasi laut apalagi tol laut belum menjangkau semua daerah akibatnya harga barang bisa melonjak ketika sampai di masyarakat.
Kondisi ini juga berpengaruh pada efektivitas komoditas antar pulau. Di mana kadang ada daerah yang surplus pangan tetapi tidak dijangkau, sementara daerah yang dijangkau justru tidak siap produksi. “Artinya kapal bisa sampai di pelabuhan tanpa muatan balik akan menimbulkan kerugian bagi operator kapal tersebut,” ujar Kasrul.
Kasrul meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pokok. Karena dipastikan stok bahan pokok akan cukup, selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Pemprov Maluku terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap kondisi pasar baik tradisional maupun modern guna memastikan stok bahan pokok tersedia dan mudah dijangkau.
“Stok pangan kita jelang Nataru aman bahkan hingga tiga bulan kedepan dengan pasokan dari vendor setiap 3-7 hari sedangkan ketersediaan komoditas strategis holtikulturan juga aman,” tegas Kasrul.




