banner 728x250

Polisi Lacak Pencuri Emas 2,6 Kg Hiasan Kubah Masjid Desa Kayeli

  • Bagikan
TIANG ALIF
Hiasan emas pada kubah Masjid Al Huda di Desa Kayeli, Kabupaten Buru, Maluku raib digasak maling. (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Polisi masih belum mengetahui identitas pelaku pencurian hiasan emas pada kubah masjid atau tiang alif di Desa Kayeli, Kabupaten Buru, Maluku.

Hiasan emas berlafadz Allah seberat 2,6 kg itu raib digasak maling. Polisi masih menyelidiki kasus yang menggegerkan warga di Pulau Buru tersebut.

Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang mengatakan pasca insiden tersebut pihaknya mengirim tim ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. “Anggota saya mulai saat laporan hilangnya hiasan kubah masjid langsung turun ke TKP di desa Kayeli,” kata Sulastri kepada sentraltimur.com via WhatsApp, Selasa (5/3/2024).

Polisi telah meminta keterangan sejumlah warga Kayeli. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan juga identitas pelaku pencurian,” ujarnya.

Raja Kayeli Fandi Ashari Wael mengungkapkan ada jejak yang ditemukan warga pasca aksi pencurian itu terjadi. Pelaku diduga menggunakan tangga untuk mengambil hiasan emas pada kubah masjid. “Ada masyarakat yang temukan tangga hanyut di kali dan itu juga sudah dilaporkan ke Polres (Buru),” ungkapnya.

Tim dari Polres Buru telah mendatangi desanya Kayeli untuk menyelidiki kasus tersebut. “Dari Polres juga sudah bergerak dan sudah merespon laporan warga,” kata Fandi.

Dia berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku. “Semoga pelakunya segera ditangkap,” katanya.

Hiasan kubah masjid yang terbuat dari emas 24 karat itu senilai Rp 3 miliar. Pelaku melakukan aksinya, Senin (4/3/2024) dini hari.

Tiang alif itu baru diketahui hilang pagi hari oleh warga Kayeli bernama Ibrahim.
Ibrahim kala itu sedang minum kopi di teras rumahnya. Ketika memandang ke arah Masjid Al-Huda, dia tak lagi melihat hiasan emas di kepala kubah. Informasi hilangnya hiasan emas itu cepat menyebar dan menggegerkan warga di kabupaten Buru.  

Asal-usul Emas 2,6 Kg

Emas murni pada kubah Masjid Al-Huda merupakan hasil jerih payah penambang dan warga desa Kayeli yang disumbangkan menjadi hiasan kubah masjid.

“Warga dan penambang menyisihkan rezeki berupa biji emas dari hasil menambang di Gunung Botak. Total sumbangan terkumpul saat itu 2,6 kilogram emas murni setara Rp3 miliar saat ini,” kata Raja Kayeli, Fandi Ashari Wael.

  • Bagikan