banner 728x250

Rakor Bersama Kapolda, KONI Maluku ‘Curhat’ Anggaran PON Minim

  • Bagikan
Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri Rakor bersama pengurus KONI dan Dispora Maluku membahas kesiapan atlet di PON Papua, Jumat (30/7/2021). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Anggaran yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Maluku kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua, minim.

Anggaran yang disetujui hanya Rp 16 miliar dari yang diajukan KONI Maluku Rp 27 miliar.

Minimnya anggaran PON terungkap dalam rapat koordinasi Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri bersama pengurus KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku, Jumat (30/7/2021).

“Ini pertemuan kita yang kedua setelah pertemuan pertama tanggal 17 Juni 2021,” kata Refdi.

Rakor ini untuk mengetahui kesiapan KONI Maluku menghadapi PON di Papua. Refdi ingin mengetahui kesiapan termasuk teknis keberangkatan para atlet Maluku menuju Papua.

“Keberangkatan akan dikawal oleh Dansat Brimob Polda Maluku dan anggota, sehingga perlu ada gambaran bagaimana teknis keberangkatan atlet, non atlet dan tim kesehatan,” katanya.

Dia berharap kesehatan atlet maupun pelatih diperhatikan dengan baik. Sebab, mereka akan membawa nama Maluku di kancah nasional.

“Kesehatan para atlet dan pelatih harus benar-benar diperhatikan,” harapnya.

Mantan Kakorlantas Polri ini meminta Dispora dan KONI melakukan komunikasi intens dengan Gubernur Maluku Murad Ismail.

“Saya yakin akan ada tambahan anggaran. Bonus untuk para atlet. Ini sangat penting sebagai bentuk perhatian kita kepada para atlet dan berdampak untuk kader-kader yang akan datang,” katanya.

Refdi juga meminta Dansat Brimob menghitung jumlah kekuatan dan kebutuhan pengamanan dalam perhelatan PON Papua.

“Hitung berapa kekuatan dan kebutuhan yang dibutuhkan untuk PAM, ajukan ke KONI. Untuk keberangkatan tim komunikasikan dengan Dispora dan KONI,” kata Refdi.

Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Jan de Fretes mengingatkan atlet mengetahui adat istiadat atau kebiasaan masyarakat Papua.

“Atlet kita harus tau adat istiadat, kebiasaan di daerah itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ingatnya.

Dia meminta atlet, pelatih, tim kesehatan dan personel pengamanan sebelum berangkat ke Papua dipertemukan sebagai ajang silaturahmi.

Penulis: ARTANABILEditor: YANTO
  • Bagikan